Hius Paus Sepanjang 12 Meter Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Raja Ampat

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 14:49 WIB
loading...
Hius Paus Sepanjang...
Warga temukan hiu paus sepanjang 12 meter dalam kondisi mati di perairan Raja Ampat. Foto/iNews TV/Chanry Andrew Suripatty
A A A
RAJA AMPAT - Seekor hiu paus jenis Physeter macrorhynchus sepanjang 12 meter, dengan lebar tiga meter, ditemukan warga di perairan Pulau Gam, Raja Ampat, Papua Barat. Hiu paus tersebut ditemukan dalam kondisi telah mati.

Baca juga: Nelayan di NTT Temukan Ikan Paus Mati Terdampar Penuh Luka

Warga melaporkan kejadian tersebut ke instansi teknis, dan langsung ditindaklanjuti oleh petugas dari Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Pengelolaan Kawasan Kawasan Konservasi Perairan, bersama Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (Loka PSPL) Sorong, dengan mengevakuasi hewan laut terbesar itu.



Saat petugas tiba di lokasi pertama kalinya bangkai hiu paus tersebut ditemukan, ternyata bangkainya sudah tidak terlihat lagi. Setelah dilakukan upaya pencarian, bangkai ikan baru ditemukan di perairan dekat Kampung Arborek.

Baca juga: Tangis Pecah di Karo, 5 Orang Korban Logsor Ditemukan Tak Bernyawa

Kepala Blud Uptd Waisai, Safri mengatakan, hiu paus sepanjang 12 meter tersebut telah berhasil di evakuasi ke tempat yang aman. Butuh waktu sekitar enam jam lamanya, untuk mengevakuasi bangkai ikan raksasa tersebut.

Dia menjelaskan, bahwa ada tiga cara pemusnahan yang didiskusikan oleh BLUD UPTD KKP Raja Ampat, dan Loka PSPL Sorong, yakni pertama pemusnahan dengan cara dikubur, dibakar, dan dibiarkan membusuk secara alami pada satu tempat.

Baca juga: Diduga Kabin Panas, Truk Boks Terbakar di Sleman

"Cara pertama dan kedua itu sangat susah. Cara pertama dikubur tim harus mencari alat berat diangkut ke pulau agar bisa menggali lubang untuk ditimbun, karena hiu paus tersebut sangat besar," ujarnya.

Sedangkan cara kedua yakni dengan cara membakar, tim harus menyediakan kayu bakar begitu banyak dan juga bahan bakar minyak. Serta dikhawatirkan cara membakar dapat menyebabkan pencemaran lingkungan sekitar pulau.

Baca juga: Pengusaha di Manado Ini Bantah Melakukan Penipuan Cek Kosong

"Karena itu, tim memilih pemusnahan dengan cara ketiga, yakni bangkai hiu paus tersebut diseret ke daratan ditaruh pada suatu tempat dan dibiarkan dagingnya membusuk secara alami. Kemudian tulang hiu paus tersebut akan digunakan untuk kepentingan budaya dan penelitian," tuturnya.

Hingga saat ini, instansi teknis masih menyelediki penyebab matinya hiu paus sepanjang 12 meter tersebut. Kawasan perairan Raja Ampat, merupakan jalur hiu paus yang kini sangat langka dan populasinya terus berkurang.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaga Surga Kecil di...
Jaga Surga Kecil di Timur: Rehabilitasi Karang dan Ribuan Mangrove di Kepulauan Raja Ampat
Masyarakat Adat Kawei...
Masyarakat Adat Kawei Raja Ampat Sampaikan Aspirasi ke Anggota DPD RI
Pemerintah Kembali Izinkan...
Pemerintah Kembali Izinkan Operasi Tambang Nikel di Raja Ampat, DPR Ingatkan Potensi Kerusakan Hayati
Sorong Diguncang Gempa...
Sorong Diguncang Gempa M5,8, Dirasakan hingga Raja Ampat
ITB Ajak Pengelola Homestay...
ITB Ajak Pengelola Homestay Raja Ampat Tingkatkan Layanan
Jokowi Santai Namanya...
Jokowi Santai Namanya Dikaitkan dengan Kapal JKW dan Tambang Nikel di Raja Ampat
Perairan Raja Ampat...
Perairan Raja Ampat Perlu Transformasi Navigasi untuk Cegah Kecelakaan Berulang
Hiu Putih Kembangkan...
Hiu Putih Kembangkan Jenis Gigi Baru yang Mematikan dengan Bertambahnya Usia
Cerita Tragis Kapal...
Cerita Tragis Kapal Perang AS Tenggelam, 150 Pelaut Dimakan Hiu Hidup-hidup
Rekomendasi
Desain Jersey Karya...
Desain Jersey Karya G-Dragon Tuai Pujian di Piala Dunia 2026, Sentuhan Streetwear Korea Jadi Sorotan
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Berita Terkini
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Siapkan 5.000 Anggota...
Siapkan 5.000 Anggota Baru, DPD Partai Perindo Madiun Optimistis Raih 5 Kursi DPRD
Polda Metro: Penangguhan...
Polda Metro: Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tanggung Jawab Jaksa
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved