Ini Cerita Dandim Buleleng yang Kena Pukul saat Ricuh Rapid Tes
Selasa, 24 Agustus 2021 - 06:11 WIB
loading...
Komandan Kodim (Dandim) 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto. SINDOnews/Chusna
A
A
A
BULELENG - Komandan Kodim (Dandim) 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto diserang dan dipukul kepalanya saat menggelar rapid tes antigen yang diwarnai kericuhan di Desa Sidatapa, Senin(23/8/2021).
Kericuhan terjadi di wantilan pura Bale Agung, Sidatapa. "ketika saya sedang berdiri ada orang yang saya tidak tahu mengapa, memukul saya dari belakang. Memukul kepala saya di bagian sebelah kanan," kata Lisrianto ketika dihubungi.
Dia menjelaskan, insiden bermula ketika ada sepasang remaja mengendarai sepeda motor dengan kecepatan cukup tinggi. Saat melintas di depan pura, mereka distop petugas dan diarahkan ikut rapid tes.
Tapi mereka menolak dan malah menabrak anggota TNI lalu kabur sambil mengendarai motor dengan zigzag. Tak lama, mereka kembali ke arah petugas.
"Mereka menyampaikan kata-kata kenapa kamu menghalangi perjalanan saya. Dijawab petugas kenapa menabrak petugas yang sedang bekerja," ujar Lisrianto.
Sambil berupaya melawam, mereka lalu dibawa ke tempat rapid tes. "Saat didudukkan, keluarganya datang berlima. Saya lalu bawa bapaknya dengan tindakan yang cukup tegas. Memegang bahunya kemudian menariknya untuk dijadikan satu di posisi kedua orang ini tadi," imbuh Lisrianto.
Saat itulah, tiba-tiba Lisrianto dipukul dari arah belakang. "Saya lalu bertanya siapa yang memukul saya. Tidak ada yang menjawab," ungkapnya.
Kericuhan terjadi di wantilan pura Bale Agung, Sidatapa. "ketika saya sedang berdiri ada orang yang saya tidak tahu mengapa, memukul saya dari belakang. Memukul kepala saya di bagian sebelah kanan," kata Lisrianto ketika dihubungi.
Dia menjelaskan, insiden bermula ketika ada sepasang remaja mengendarai sepeda motor dengan kecepatan cukup tinggi. Saat melintas di depan pura, mereka distop petugas dan diarahkan ikut rapid tes.
Tapi mereka menolak dan malah menabrak anggota TNI lalu kabur sambil mengendarai motor dengan zigzag. Tak lama, mereka kembali ke arah petugas.
"Mereka menyampaikan kata-kata kenapa kamu menghalangi perjalanan saya. Dijawab petugas kenapa menabrak petugas yang sedang bekerja," ujar Lisrianto.
Sambil berupaya melawam, mereka lalu dibawa ke tempat rapid tes. "Saat didudukkan, keluarganya datang berlima. Saya lalu bawa bapaknya dengan tindakan yang cukup tegas. Memegang bahunya kemudian menariknya untuk dijadikan satu di posisi kedua orang ini tadi," imbuh Lisrianto.
Saat itulah, tiba-tiba Lisrianto dipukul dari arah belakang. "Saya lalu bertanya siapa yang memukul saya. Tidak ada yang menjawab," ungkapnya.
Lihat Juga :