Kisah Pria asal Lampung, Pernah Terlilit Utang Miliaran Kini Sukses di Bisnis Digital

Minggu, 22 Agustus 2021 - 06:48 WIB
loading...
Kisah Pria asal Lampung,...
Pemuda asal Bandar Lampung, Feby Eki Prasetyo pernah terlilit utang hingga miliaran sebelum akhirnya bangkit dan sukses berbisnis digital. Foto/Ist
A A A
BANDAR LAMPUNG - Feby Eki Prasetyo (21) pernah terlilit utang hingga miliaran hingga terpuruk sebelum akhirnya pelan-pelan bangkit dan sukses berbisnis digital.

Lahir di Bandar Lampung, Lampung, Fepto (Tyo) panggilan akrabnya, saat ini dikenal sebagai seorang young entrepreneur, public speaker, dan startup enthusiast.

Sebagai young entrepreneur, ia tercatat sebagai founder finger payment and ring payment dan founder game application development acceleration. Melalui tangan kreatifnya, aplikasi yang diluncurkannya tersebut berhasil mendapatkan 1 juta downloader hanya dalam waktu 5 bulan.

Pemilik akun IG @mr.fepto ini mengatakan, jauh sebelum dirinya merengkuh kesuksesan, dirinya mulai mengenal dunia digital sejak masih duduk di bangku SD. "Waktu itu saya diberi 1 unit laptop oleh papa. Saya mulai menggunakan internet, meski awalnya hanya untuk bermain game saja," ucapnya, Sabtu (22/8/2021).

Baca juga: Kisah Sukses Willy Maulana, Modifikasi Miniatur Mobil Garapannya Tembus Eropa dan Amerika

Namun takdir kemudian mengharuskannya untuk bisa hidup mandiri karena keretakan rumah tangga orang tuanya. Diakuinya, itu terjadi saat ia duduk di kelas 6 SD. "Saya berpikir pokoknya saya harus bisa hidup mandiri. Ingin sekali rasanya bisa membahagiakan mama," sebutnya.

Baca juga: Kisah Kesaktian Eyang Bintulu Aji, Sang Pamomong Wahyu Keraton Mataram

Masuk SMP ia pun mewujudkan harapannya. Fepto mulai berbisnis saldo game dan kripto. Hasilnya, dia sudah bisa mandiri dan bisa mengisi paket internet sendiri tanpa meminta ke orang tua. Berbisnis kuota ini bahkan dijalankannya hingga masuk ke bangku SMK.

Nah, di saat SMK itulah Fepto semakin mantap mengasah skill oprek-opreknya untuk diimplementasikan ke salah satu provider. Hasilnya memuaskan, sebab produknya kemudian bisa laku keras. Dalam satu bulan, ia bisa mendulang omzet antara Rp30–50 juta. Bahkan, Fepto pun mampu mempekerjakan 7 karyawan.

"Kebijakan 1 SIM-card 1 KTP mengubah bisnis saya. Bisnis kuota saya gulung tikar. Seluruh karyawan diberhentikan," sebutnya.

Fepto memulai kembali bisnisnya dari nol. Lulus sekolah, dia membangun perusahaan yang bergerak di bidang cryptocurrency. Satu tahun berjalan, hasilnya pun mulai didapat. Omzetnya bahkan telah menyentuh nominal miliaran. Namun, lagi-lagi ujian belum berakhir.

"Tiba-tiba aset Bitcoin yang saya simpan di ledger, dibawa lari dan dipindahkan. Tahun 2018 itu saya hancur lagi. Bahkan harus menanggung beban utang hingga Rp2 miliar untuk mengembalikan saldo para funding," keluhnya.

Untuk membayar utangnya, Fepto pun merintis bisnis baru lagi. Ia membangun perusahaan yang bergerak di jasa pembayaran, e-money dan kripto. Ia berinovasi melakukan pembayaran dengan menggunakan sidik jari dan cincin. Namun bisnis itu pun tak berlangsung lama, ia kembali harus menelan pil pahit kegagalan.

Utangnya pun makin membengkak. Ia terus bertahan dan mencoba bangkit. Pada September 2020 ia kembali ke bidang startup dengan meluncurkan game application development acceleration.

Hebatnya, hanya dalam waktu 5 bulan ia berhasil mendapatkan 1 juta downloader. "Setiap aplikasi saya release, jumlah downloadernya selalu naik, meskipun tanpa iklan digital. Alhamdulillah, dalam dua tahun saya bisa terbebas dari utang," ungkapnya.

Fepto pun memastikan kedepan dirinya akan terus berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan karya dan sistem yang mudah dipahami bagi semua pengguna aplikasi.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Pemuda Adaptif...
Cetak Pemuda Adaptif dan Inovatif, Amanah Aceh Gelar Kegiatan FLB
Pemkab Bandung Gandeng...
Pemkab Bandung Gandeng Anak Muda Sukseskan Program ISWMP
Program Swasembada Pangan...
Program Swasembada Pangan di Bandar Lampung Ciptakan Kemandirian Pangan
LBH GP Ansor Lampung...
LBH GP Ansor Lampung Laporkan Perusahaan Menahan Ijazah Karyawan, Minta Kemnaker Turun Tangan
Polisi Bongkar Komunitas...
Polisi Bongkar Komunitas Gay di Lampung, 3 Admin Grup Ditangkap
Kanwil Ditjenpas Lampung...
Kanwil Ditjenpas Lampung Komitmen Lapas serta Rutan Bebas HP, Pungli dan Narkoba
100 Persen Siswa SMAN...
100 Persen Siswa SMAN 14 Bandar Lampung Lolos PTN 2026, 284 Orang Diterima di Kampus Negeri
Ungkap Risiko, MODANTARA...
Ungkap Risiko, MODANTARA Minta Batas Potongan Platform 8% Ditinjau Kembali
Dari Jualan Gorengan...
Dari Jualan Gorengan Keliling hingga Jadi CEO Republic Laptop, Ini Kisah Perjuangan Bayu Aji
Rekomendasi
Lahirkan Calon Juara...
Lahirkan Calon Juara Dunia, PB Pertacami Fokuskan Atlet MMA Ikut 4 Kompetisi Bergengsi
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Berita Terkini
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Resmikan Penataan Jalan...
Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Pramono: Wajah Baru Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Transportasi Umum dan Tempat Wisata Gratis juga Berlaku bagi Warga KTP Non-DKI
Infografis
10 Pengusaha Sukses...
10 Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis di Usia 50 Tahun ke Atas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved