Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Luwu Timur
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 17:51 WIB
loading...
Aparat kepolisian menangkap tiga orang terduga teroris di Luwu Timur. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
LUWU TIMUR - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap 3 orang warga asal Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan yang diduga terlibat dalam jaringan teroris .
Penangkapan tersebut dikonfirmasi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan. "Iya betul, ada tiga orang (ditangkap) inisial H, N dan S, usianya di atas 40 tahun" sebutnya kepada SINDOnews, Jumat (20/8).
Baca juga:Diduga Penyandang Dana Kelompok Teroris, Manajer Lembaga Zakat Diringkus Densus 88 Saat ke Masjid
Menurutnya, petugas masih mengembangkan kasus tersebut. Zulpan menyebutkan ketiga orang itu ditangkap di sejumlah lokasi di Lutim sejak tanggal 14 sampai 16 Agustus.
Dia melanjutkan, polisi lebih dulu menangkap H di kediamannya sekitar Kecamatan Malili pada 14 Agustus, sekira pukul 12.10 Wita. Pria yang bekerja sebagai petani itu ditangkap bersama sejumlah barang bukti.
Di antaranya, 1 unit senapan angin, 16 eksampler buku, 4 unit handphone dan 1 unit sepeda motor. Petugas kemudian mengembangkan kasus ini dengan mencari orang lain yang terindikasi.
Baca juga:Cegah Radikalisme, Kemenpora Gandeng BNPT Latih Kader Antiterorisme
Dua hari kemudian, tepatnya, 16 Agustus sekitar pukul 08.00 Wita, petugas kembali menangkap N di sekitar Kecamatan Towuti. Densus mengindentifikasi bahwa NS diduga tergabung dalam jaringan Jemaah Islamiyah (JI).
Dalam penangkapan itu, petugas juga menyita sejumlah bukti di antaranya seperti satu pucuk senjata, 3 pucuk pistol dan 2 pucuk pistol rakitan. Petugas kemudian kembali mengembangkan penangkapan itu.
Di hari yang sama tepatnya pukul 17.20 Wita, petugas menangkap SA di sekitar Kecamatan Wotu, Lutim. Petani itu, ditangkap bersama sejumlah barang bukti. Seperti 14 buku tentang tauhid dan jihad, 1 handphone dan 1 motor.
Baca juga:Densus 88 Antiteror Bekuk Dua Terduga Teroris di Jateng
Namun, Zulpan masih enggan menjelaskan lebih jauh latar belakang penangkapan ketiganya. "Kalau itu saya belum bisa jelaskan karena masih dalam pengembangan," imbuhnya
Dia berjanji akan mengabarkan informasi lebih jelas ketika Densus selesai dalam operasinya. "Nanti tunggu pengembangan dari Densus . Biarkan mereka bekerja dulu, pasti saya akan kasih tahu, kalau sudah ada (informasinya)," tukasnya.
Penangkapan tersebut dikonfirmasi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan. "Iya betul, ada tiga orang (ditangkap) inisial H, N dan S, usianya di atas 40 tahun" sebutnya kepada SINDOnews, Jumat (20/8).
Baca juga:Diduga Penyandang Dana Kelompok Teroris, Manajer Lembaga Zakat Diringkus Densus 88 Saat ke Masjid
Menurutnya, petugas masih mengembangkan kasus tersebut. Zulpan menyebutkan ketiga orang itu ditangkap di sejumlah lokasi di Lutim sejak tanggal 14 sampai 16 Agustus.
Dia melanjutkan, polisi lebih dulu menangkap H di kediamannya sekitar Kecamatan Malili pada 14 Agustus, sekira pukul 12.10 Wita. Pria yang bekerja sebagai petani itu ditangkap bersama sejumlah barang bukti.
Di antaranya, 1 unit senapan angin, 16 eksampler buku, 4 unit handphone dan 1 unit sepeda motor. Petugas kemudian mengembangkan kasus ini dengan mencari orang lain yang terindikasi.
Baca juga:Cegah Radikalisme, Kemenpora Gandeng BNPT Latih Kader Antiterorisme
Dua hari kemudian, tepatnya, 16 Agustus sekitar pukul 08.00 Wita, petugas kembali menangkap N di sekitar Kecamatan Towuti. Densus mengindentifikasi bahwa NS diduga tergabung dalam jaringan Jemaah Islamiyah (JI).
Dalam penangkapan itu, petugas juga menyita sejumlah bukti di antaranya seperti satu pucuk senjata, 3 pucuk pistol dan 2 pucuk pistol rakitan. Petugas kemudian kembali mengembangkan penangkapan itu.
Di hari yang sama tepatnya pukul 17.20 Wita, petugas menangkap SA di sekitar Kecamatan Wotu, Lutim. Petani itu, ditangkap bersama sejumlah barang bukti. Seperti 14 buku tentang tauhid dan jihad, 1 handphone dan 1 motor.
Baca juga:Densus 88 Antiteror Bekuk Dua Terduga Teroris di Jateng
Namun, Zulpan masih enggan menjelaskan lebih jauh latar belakang penangkapan ketiganya. "Kalau itu saya belum bisa jelaskan karena masih dalam pengembangan," imbuhnya
Dia berjanji akan mengabarkan informasi lebih jelas ketika Densus selesai dalam operasinya. "Nanti tunggu pengembangan dari Densus . Biarkan mereka bekerja dulu, pasti saya akan kasih tahu, kalau sudah ada (informasinya)," tukasnya.
(luq)
Lihat Juga :