Rapid Test, 2 Ibu Melahirkan di Sumsel Positif Terpapar COVID-19
Selasa, 21 April 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan seorang ibu melahirkan lainnya dari Muratara yang hasil rapid test positif sebelumnya sempat dirawat di RS Rupit, karena bayi yang dilahirkan tidak bisa dilahirkan secara normal. Sehingga akan dilakukan operasi caesar dan dirujuk ke RS Ar-Bunda Kota Lubuklinggau.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut membenarkan kalau pasien positif COVID-19 yang melahirkan di Lubuklinggau merupakan warga Kabupaten Muratara.
“Pasien tersebut berusia 40 tahun. Kami mendapatkan informasi dari RS Ar Bunda bahwa pasien yang dirujuk dari RS Rupit setelah dilakukan rapid test positif COVID-19,” katanya.
Dijelaskan Susyanto, sesuai dengan SOP sekarang, maka kalau akan melaksanakan operasi caesar dilakukan rapid test terlebih dulu. “Ternyata setelah rapid test yang bersangkutan hasilnya positif. Berdasarkan informasi tersebut gugus tugas COVID-19 Muratara melakukan langka antisipasi,” ujarnya.
Sementara anak pasien sedang dirawat di RS Ar Bunda Kota Lubuklinggau dalam kondisi sehat dan hasil rapid test bayinya negatif. Susyanto menyatakan, pihaknya sudah melakukan tracking siapa saja yang kontak erat kepada pasien. Dari hasil tracking atau pelacakan ada 10 tenaga medis, dokter, perawat, bidan dan ada 17 orang keluarga dekat, dan tetangga. “Ada 27 orang dinyatakan statusnya sebagai orang tanpa gejala (OTG), dan saat ini dikarantina di hotel 929 selama 14 hari,” tuturnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut membenarkan kalau pasien positif COVID-19 yang melahirkan di Lubuklinggau merupakan warga Kabupaten Muratara.
“Pasien tersebut berusia 40 tahun. Kami mendapatkan informasi dari RS Ar Bunda bahwa pasien yang dirujuk dari RS Rupit setelah dilakukan rapid test positif COVID-19,” katanya.
Dijelaskan Susyanto, sesuai dengan SOP sekarang, maka kalau akan melaksanakan operasi caesar dilakukan rapid test terlebih dulu. “Ternyata setelah rapid test yang bersangkutan hasilnya positif. Berdasarkan informasi tersebut gugus tugas COVID-19 Muratara melakukan langka antisipasi,” ujarnya.
Sementara anak pasien sedang dirawat di RS Ar Bunda Kota Lubuklinggau dalam kondisi sehat dan hasil rapid test bayinya negatif. Susyanto menyatakan, pihaknya sudah melakukan tracking siapa saja yang kontak erat kepada pasien. Dari hasil tracking atau pelacakan ada 10 tenaga medis, dokter, perawat, bidan dan ada 17 orang keluarga dekat, dan tetangga. “Ada 27 orang dinyatakan statusnya sebagai orang tanpa gejala (OTG), dan saat ini dikarantina di hotel 929 selama 14 hari,” tuturnya.
Lihat Juga :