Stasiun Bumi Bakal Dibangun di Cikarang, Dani Ramdan: Menambah Nilai Strategis Kabupaten Bekasi
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam mengatakan, proyek SATRIA-I akan membantu program-program yang sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah. “Sasaran dari pembangunan satelit ini ada tiga. Yakni daerah terdepan, terpencil dan tertinggal,” katanya. Baca juga: Satelit Satria-1 RI Bakal Meluncur di Pertengahan 2023
Kabupaten Bekasi ini termasuk daerah terdepan, stasiun ini akan menjadi gateway atau pintu masuk komunikasi antara Stasiun Bumi dengan satelit. Untuk itu, pemerintah setempatmendukung proyek nasional ini karena akan turut dalam sebaran teknologinya. “Nilai tambah bagi kami tentu teknologinya, perluasan dan penyebaran internetnya,” ungkapnya.
Kemudian jangkauannya akan mencakup ke seluruh Indonesia di tahun 2024 nanti. Termasuk desa-desa di Kabupaten Bekasi.Pembangunan stasiun bumi Satelit SATRIA-I akan menjangkau 150.000 titik layanan publik di berbagai sektor. Melalui teknologi High Throughput Satellite (HTS), proyek Satelit SATRIA-I pada tahun 2023 nantinya akan menghadirkan internet dengan kapasitas 150 Gbps di 150.000 titik layanan publik.
Adapun 150.000 titik layanan publik itu masing-masing mencakup, 93.900 titik sekolah dan pesantren untuk mendukung pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan ujian berbasis komputer.Kemudian layanan pun mencakup pada 3.700 titik puskesmas dan rumah sakit, serta layanan kesehatan lainnya untuk menyokong kebutuhan database kesehatan yang terintegrasi dan terpusat, agar dapat memberikan pelayanan optimal.
Dari sektor keamanan, terdapat 3.900 titik layanan keamanan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), untuk mendukung kebutuhan administrasi keamanan yang dapat diandalkan.Selanjutnya, proyek ini pun akan melayani 47.900 titik kantor desa/kelurahan, kecamatan, dan pemerintah daerah lainnya. Nantinya pelayanan sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE/e-government) akan lebih efisien dan efektif.
Kabupaten Bekasi ini termasuk daerah terdepan, stasiun ini akan menjadi gateway atau pintu masuk komunikasi antara Stasiun Bumi dengan satelit. Untuk itu, pemerintah setempatmendukung proyek nasional ini karena akan turut dalam sebaran teknologinya. “Nilai tambah bagi kami tentu teknologinya, perluasan dan penyebaran internetnya,” ungkapnya.
Kemudian jangkauannya akan mencakup ke seluruh Indonesia di tahun 2024 nanti. Termasuk desa-desa di Kabupaten Bekasi.Pembangunan stasiun bumi Satelit SATRIA-I akan menjangkau 150.000 titik layanan publik di berbagai sektor. Melalui teknologi High Throughput Satellite (HTS), proyek Satelit SATRIA-I pada tahun 2023 nantinya akan menghadirkan internet dengan kapasitas 150 Gbps di 150.000 titik layanan publik.
Adapun 150.000 titik layanan publik itu masing-masing mencakup, 93.900 titik sekolah dan pesantren untuk mendukung pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan ujian berbasis komputer.Kemudian layanan pun mencakup pada 3.700 titik puskesmas dan rumah sakit, serta layanan kesehatan lainnya untuk menyokong kebutuhan database kesehatan yang terintegrasi dan terpusat, agar dapat memberikan pelayanan optimal.
Dari sektor keamanan, terdapat 3.900 titik layanan keamanan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), untuk mendukung kebutuhan administrasi keamanan yang dapat diandalkan.Selanjutnya, proyek ini pun akan melayani 47.900 titik kantor desa/kelurahan, kecamatan, dan pemerintah daerah lainnya. Nantinya pelayanan sistem pemerintah berbasis elektronik (SPBE/e-government) akan lebih efisien dan efektif.
(mhd)
Lihat Juga :