Hakikat Kemerdekaan, Amir Mahmud: Perkuat Daya Tangkal Masyarakat Hadapi Ancaman Ideologi
Kamis, 19 Agustus 2021 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tangis Pecah di Hari Kemerdekaan, Ribuan Pejuang Timor Timur Beri Hormat Sang Merah Putih
Ia menilai, tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini adalah masalah ideologi. Pasalnya, apa yang terjadi akhir-akhir ini akarnya bermula dari ideologi yang kemudian berkembang menjadi radikalisme dan terorisme. Dia melihat masalah yang sedang terjadi di Afghanistan dimana kelompok Taliban berhasil menggulingkan pemerintah yang sah, menjadi contoh konkrit dari masalah ideologi ini.
Masalah di Afghanistan, kata Amir, dikhawatirkan dijadikan simbol pergerakan oleh kelompok-kelompok radikal yang ada di Indonesia. Ia meyakini hal ini akan mempengaruhi ruang gerak dakwah para aktivis yang mengidolakan Taliban.
"Meskipun tidak seperti kelompok radikal ISIS (Islamic State of Suriah and Iraq), tetapi hakekatnya sama, tabiatnya juga hampir sama. Hanya saja ini akan dapat mempengaruhi ruang gerak dakwah aktivis mereka yang menjadikan idolanya pergerakan Islam yang memunculkan kekuatan dan mampu menumbuhkan di satu negara yang hari ini dilakukan Taliban di Afghanistan. Tentunya ini yang sebenarnya tantangan besar bagi bangsa Indonesia hari ini," ungkap Amir yang pernah mengikuti pelatihan militer di Afghanistan tahun 1985-1988 ini.
Agar hal yang sama tidak terjadi di Indonesia, peraih Doktoral bidang Studi Islam dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengingatkan agar semua elemen bangsa ini benar-benar serius dalam upaya pencegahan terhadap paham radikalisme dan terorisme di berbagai lini dan di berbagai tempat.
"Pencegahan ini menjadi sesuatu hal yang harus kita tekuni dan kita lakukan secara serius agar generasi muda ini tidak menjadi korban penyebaran paham radikal terorisme," ungkapnya.
Dia juga menyampaikan bahwa tugas pencegahan ini tentunya tidak hanya dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saja, tetapi harus semua pihak.Sehingga segenap seluruh elemen masyarakat mampu mencegah dan mampu juga melakukan deradikalisasi kepada pihak-pihak yang sudah terpapar terhadap paham radikal terorisme itu.
Ia menilai, tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini adalah masalah ideologi. Pasalnya, apa yang terjadi akhir-akhir ini akarnya bermula dari ideologi yang kemudian berkembang menjadi radikalisme dan terorisme. Dia melihat masalah yang sedang terjadi di Afghanistan dimana kelompok Taliban berhasil menggulingkan pemerintah yang sah, menjadi contoh konkrit dari masalah ideologi ini.
Masalah di Afghanistan, kata Amir, dikhawatirkan dijadikan simbol pergerakan oleh kelompok-kelompok radikal yang ada di Indonesia. Ia meyakini hal ini akan mempengaruhi ruang gerak dakwah para aktivis yang mengidolakan Taliban.
"Meskipun tidak seperti kelompok radikal ISIS (Islamic State of Suriah and Iraq), tetapi hakekatnya sama, tabiatnya juga hampir sama. Hanya saja ini akan dapat mempengaruhi ruang gerak dakwah aktivis mereka yang menjadikan idolanya pergerakan Islam yang memunculkan kekuatan dan mampu menumbuhkan di satu negara yang hari ini dilakukan Taliban di Afghanistan. Tentunya ini yang sebenarnya tantangan besar bagi bangsa Indonesia hari ini," ungkap Amir yang pernah mengikuti pelatihan militer di Afghanistan tahun 1985-1988 ini.
Agar hal yang sama tidak terjadi di Indonesia, peraih Doktoral bidang Studi Islam dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengingatkan agar semua elemen bangsa ini benar-benar serius dalam upaya pencegahan terhadap paham radikalisme dan terorisme di berbagai lini dan di berbagai tempat.
"Pencegahan ini menjadi sesuatu hal yang harus kita tekuni dan kita lakukan secara serius agar generasi muda ini tidak menjadi korban penyebaran paham radikal terorisme," ungkapnya.
Dia juga menyampaikan bahwa tugas pencegahan ini tentunya tidak hanya dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saja, tetapi harus semua pihak.Sehingga segenap seluruh elemen masyarakat mampu mencegah dan mampu juga melakukan deradikalisasi kepada pihak-pihak yang sudah terpapar terhadap paham radikal terorisme itu.
Lihat Juga :