Pengakuan Saksi Fransisca Terkait Dokter Mery Pembakar Bengkel di Tangerang Agak Janggal
Rabu, 18 Agustus 2021 - 22:33 WIB
loading...
A
A
A
Tanggal 5 Agustus 2021 lalu, satu malam sebelum wanita itu bakar rumah kami. Saya ada dengar kalau dia minta Rp300 juta kepada koko. Karena dia hamil dan minta ambil alih bengkel dipegang dia dan papa mama diminta cari rumah sendiri. Dan setiap bulan dikasih jatah berapa duit untuk papa mama dan kami adik-adiknya, itu sebagaimana dikutip dari akun @Corneliafransisca.
"Agak janggal. Tapi gini yang jadi pertanyaan hukumnya, saksi Fransisca itu ada di mana pada 5 Agustus 2021 sampai bisa mendengar tersangka meminta 300 juta kepada kokonya yang jadi korban pembakaran oleh tersangka. Kalau sampai bisa mendengar soal 300 juta itu berarti dia melihat terjadinya pertengkaran tersangka dan korban pada 5 Agustus 2021 atau 1 malam sebelum pembakaran terjadi, di mana bertengkarnya dan berarti sudah tahu duluan tersangka hamil?" ujar Ricky.
Dia menjelaskan apabila dirunut dari cerita yang disampaikan akun @corneliafransisca, maka kejanggalan makin menyeruak dalam kasus ini.
"Karena kalau dirunut dari keterangan saksi melalui Instagramnya @corneliafransisca, saksi bilang mamanya yang juga mama korban Lionardo baru tahu pacar Lionardo ini hamil pada 5 Agustus 2021 jam 10 malam dan tahunya pun setelah diberitahu Lionardo yang juga korban. Artinya, sangat jelas tersangka tidak pernah datang ke rumah saksi dan korban pada 5 Agustus 2021 karena mamanya saksi tahu tersangka hamil karena diberitahu anaknya sendiri yang juga jadi korban. Jadi karena tak pernah ribut 300 juta di bengkel, saksi Fransisca mendengar dari mana soal tersangka minta 300 juta ke korban?" kata Ricky.
"Sekarang gini ya, saya tutup semua celah supaya makin terlihat janggal soal 300 juta. Kalau misal tersangka pada 5 Agustus 2021 datang ke rumah sekaligus bengkel saksi dan saksi ada di bengkel, tersangka marah minta 300 juta otomatis logikanya papa, mamanya pun tahu tanpa mesti diberitahu duluan oleh kokonya pada jam 10 malam tanggal 5 Agustus 2021. Tersangka marah-marah di bengkel minta 300 juta karena hamil. Dari keterangan saksi lainnya malah menyebut hubungan tersangka dan korban direstui oleh orang tua karena sudah pacaran sejak 2019 tapi tetap menuduh tersangka minta 300 juta. Kalau itu benar, maka yang soal 300 juta makin janggal terlebih lagi sama sekali tidak pernah disampaikan pihak kepolisian saat rilis. Wanita mana yang tidak senang dinikahi kekasih hatinya terlebih lagi sudah hamil, apalagi sudah 2 tahun pacaran. Artinya, serius masa kalau sudah direstui nikahnya malah minta 300 juta harusnya seneng dong hamil dan direstui nikah, jadi jelas tak masuk akal soal 300 juta," ungkapnya.
Baca juga: Hamil 7 Minggu, Dokter Mery yang Tewaskan 3 Orang Dapat Perlakuan Khusus
"Agak janggal. Tapi gini yang jadi pertanyaan hukumnya, saksi Fransisca itu ada di mana pada 5 Agustus 2021 sampai bisa mendengar tersangka meminta 300 juta kepada kokonya yang jadi korban pembakaran oleh tersangka. Kalau sampai bisa mendengar soal 300 juta itu berarti dia melihat terjadinya pertengkaran tersangka dan korban pada 5 Agustus 2021 atau 1 malam sebelum pembakaran terjadi, di mana bertengkarnya dan berarti sudah tahu duluan tersangka hamil?" ujar Ricky.
Dia menjelaskan apabila dirunut dari cerita yang disampaikan akun @corneliafransisca, maka kejanggalan makin menyeruak dalam kasus ini.
"Karena kalau dirunut dari keterangan saksi melalui Instagramnya @corneliafransisca, saksi bilang mamanya yang juga mama korban Lionardo baru tahu pacar Lionardo ini hamil pada 5 Agustus 2021 jam 10 malam dan tahunya pun setelah diberitahu Lionardo yang juga korban. Artinya, sangat jelas tersangka tidak pernah datang ke rumah saksi dan korban pada 5 Agustus 2021 karena mamanya saksi tahu tersangka hamil karena diberitahu anaknya sendiri yang juga jadi korban. Jadi karena tak pernah ribut 300 juta di bengkel, saksi Fransisca mendengar dari mana soal tersangka minta 300 juta ke korban?" kata Ricky.
"Sekarang gini ya, saya tutup semua celah supaya makin terlihat janggal soal 300 juta. Kalau misal tersangka pada 5 Agustus 2021 datang ke rumah sekaligus bengkel saksi dan saksi ada di bengkel, tersangka marah minta 300 juta otomatis logikanya papa, mamanya pun tahu tanpa mesti diberitahu duluan oleh kokonya pada jam 10 malam tanggal 5 Agustus 2021. Tersangka marah-marah di bengkel minta 300 juta karena hamil. Dari keterangan saksi lainnya malah menyebut hubungan tersangka dan korban direstui oleh orang tua karena sudah pacaran sejak 2019 tapi tetap menuduh tersangka minta 300 juta. Kalau itu benar, maka yang soal 300 juta makin janggal terlebih lagi sama sekali tidak pernah disampaikan pihak kepolisian saat rilis. Wanita mana yang tidak senang dinikahi kekasih hatinya terlebih lagi sudah hamil, apalagi sudah 2 tahun pacaran. Artinya, serius masa kalau sudah direstui nikahnya malah minta 300 juta harusnya seneng dong hamil dan direstui nikah, jadi jelas tak masuk akal soal 300 juta," ungkapnya.
Baca juga: Hamil 7 Minggu, Dokter Mery yang Tewaskan 3 Orang Dapat Perlakuan Khusus
Lihat Juga :