Ridwan Kamil Paparkan 11 Program Prioritas Pembangunan Jabar 2022
Senin, 16 Agustus 2021 - 22:12 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ada pula sembilan program unggulan yang akan digulirkan di tahun 2022, yakni pusat layanan ketenagakerjaan, sekolah juara, pesantren juara, petani milenial, ekonomi kreatif dan inovasi, konektivitas wilayah jalan dan jembatan, pengelolaan sampah juara, pengembangan pariwisata, dan Citarum Harum.
Baca juga: Subsidi Upah Pekerja di Bandung Cair, Cek Informasinya di Kanal-Kanal Resmi Ini
"Kami terus berupaya untuk mengakselerasi pembangunan guna memulihkan dan meningkatkan perekonomian daerah," kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu.
Sementara proyek strategis provinsi yang akan dijalankan di tahun 2022, yakni pengembangan destinasi wisata, pembangunan gedung kreatif center, pusat budaya, command center digital, pembangunan jalan jembatan, pembangunan gedung pemerintahan, masjid, penataan alun-alun dan revitalisasi pasar.
Kang Emil mengungkapkan, ikhtisar anggaran tahun 2022 sebesar Rp41,14 triliun untuk pendapatan daerah. Sementara belanja daerah sebesar Rp40,23 triliun, dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp857 miliar. "Jadi volume APBD Jabar tahun 2022 sebesar Rp41,14 triliun," ungkapnya.
Baca juga: Subsidi Upah Pekerja di Bandung Cair, Cek Informasinya di Kanal-Kanal Resmi Ini
"Kami terus berupaya untuk mengakselerasi pembangunan guna memulihkan dan meningkatkan perekonomian daerah," kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu.
Sementara proyek strategis provinsi yang akan dijalankan di tahun 2022, yakni pengembangan destinasi wisata, pembangunan gedung kreatif center, pusat budaya, command center digital, pembangunan jalan jembatan, pembangunan gedung pemerintahan, masjid, penataan alun-alun dan revitalisasi pasar.
Kang Emil mengungkapkan, ikhtisar anggaran tahun 2022 sebesar Rp41,14 triliun untuk pendapatan daerah. Sementara belanja daerah sebesar Rp40,23 triliun, dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp857 miliar. "Jadi volume APBD Jabar tahun 2022 sebesar Rp41,14 triliun," ungkapnya.
Lihat Juga :