Bisnis Properti di Jawa Timur Mulai Tumbuh, Pengembang Garap Proyek Baru
Senin, 16 Agustus 2021 - 09:59 WIB
loading...
A
A
A
"Semakin tumbuhnya minat masyarakat terhadap properti jelas menjadi angin segar untuk kita. Ini bisa juga menandakan jika perlahan perekonomian mulai membaik. Kita berharap kondisi positif ini bisa terus meningkat," tutur LaNyalla.
Senator asal Jatim itu menambahkan, pandemi telah membuat masyarakat sangat selektif dalam menggunakan uangnya. Menurutnya, perekonomian sangat tertekan saat pandemi. Masyarakat pun cenderung hati-hati.
"Minat yang tinggi terhadap properti ini dipicu juga ketersediaan fasilitas infrastruktur, seperti jalan tol, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Pelabuhan Teluk Lamong, dan lain sebagainya," katanya.
Meski pertumbuhan jumlah pencari properti secara nasional sangat baik, tren suplai pasokan dan permintaan masih belum seimbang. Permintaan tercatat hanya berada pada angka 7,7 persen. Sementara pasokan 16,2 persen. Tren suplai properti terbesar masih terkonsentrasi di tiga lokasi utama, yaitu DKI Jakarta (38,6 persen), Jawa Barat (23,1 persen), dan Jawa Timur (16,2 persen).
"Untuk mempercepat pemenuhan minat masyarakat terhadap properti, kita berharap tren pasokan diimbangi. Pertumbuhan positif ini harus semakin menambah gairah masyarakat, khususnya dalam minat kepemilikan aset properti," pungkas LaNyalla
Senator asal Jatim itu menambahkan, pandemi telah membuat masyarakat sangat selektif dalam menggunakan uangnya. Menurutnya, perekonomian sangat tertekan saat pandemi. Masyarakat pun cenderung hati-hati.
"Minat yang tinggi terhadap properti ini dipicu juga ketersediaan fasilitas infrastruktur, seperti jalan tol, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Pelabuhan Teluk Lamong, dan lain sebagainya," katanya.
Meski pertumbuhan jumlah pencari properti secara nasional sangat baik, tren suplai pasokan dan permintaan masih belum seimbang. Permintaan tercatat hanya berada pada angka 7,7 persen. Sementara pasokan 16,2 persen. Tren suplai properti terbesar masih terkonsentrasi di tiga lokasi utama, yaitu DKI Jakarta (38,6 persen), Jawa Barat (23,1 persen), dan Jawa Timur (16,2 persen).
"Untuk mempercepat pemenuhan minat masyarakat terhadap properti, kita berharap tren pasokan diimbangi. Pertumbuhan positif ini harus semakin menambah gairah masyarakat, khususnya dalam minat kepemilikan aset properti," pungkas LaNyalla
(msd)
Lihat Juga :