Survei Persepsi Masyarakat Kota Bogor Terkait COVID-19, Ini Hasilnya
Minggu, 15 Agustus 2021 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya adalah survei persepsi terkait perilaku dan kepatuhan warga Kota Bogor sudah baik dalam melaksanakan protokol kesehatan. Tetapi, terus harus ditingkatkan pada beberapa lokasi fasilitas umum seperti pasar, terminal dan angkutan umum.
Di samping itu, hasil survei dalam pelaksanaan PPKM mempengaruhi ekonomi warga Kota Bogor dengan turunnya pendapatan sekitar 65%. Diperlukan adanya upaya untuk jangka pendek dan jangka menengah dalam menstimulus ekonomi masyarakat.
Terakhir, survei menunjukan 32% menyatakan pendapatannya masih tetap dan 3% naik. Termasuk dampak dari kebijakan PPKM ada sebanyak 41% responden menjawab kehilangan pekerjaan dan 59% menyatakan tidak.
Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut dibandingkan hasil survei tahun 2020 lalu yang menunjukan angka 19% warga Kota Bogor tidak percaya COVID-19. Di tahun 2021 ini menurun drastis hingga 2%.
"Dua persen ini nggak boleh dilepas, kita harus putuskan strateginya, karena semua warga Bogor harus kita selamatkan. Dua persen itu siapa, kita dalami lagi kemungkinan yang terdampak ekonomi, mudah terprovokasi berita-berita dan sebagainya," kata Bima.
Di sisi lain, pemahaman publik tentang COVID-19 dan vaksin jauh lebih baik dan antusias ingin divaksin. Namun kebijakan PPKM meninggalkan banyak catatan, karena banyak yang kehilangan pekerjaan.
Di samping itu, hasil survei dalam pelaksanaan PPKM mempengaruhi ekonomi warga Kota Bogor dengan turunnya pendapatan sekitar 65%. Diperlukan adanya upaya untuk jangka pendek dan jangka menengah dalam menstimulus ekonomi masyarakat.
Terakhir, survei menunjukan 32% menyatakan pendapatannya masih tetap dan 3% naik. Termasuk dampak dari kebijakan PPKM ada sebanyak 41% responden menjawab kehilangan pekerjaan dan 59% menyatakan tidak.
Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut dibandingkan hasil survei tahun 2020 lalu yang menunjukan angka 19% warga Kota Bogor tidak percaya COVID-19. Di tahun 2021 ini menurun drastis hingga 2%.
"Dua persen ini nggak boleh dilepas, kita harus putuskan strateginya, karena semua warga Bogor harus kita selamatkan. Dua persen itu siapa, kita dalami lagi kemungkinan yang terdampak ekonomi, mudah terprovokasi berita-berita dan sebagainya," kata Bima.
Di sisi lain, pemahaman publik tentang COVID-19 dan vaksin jauh lebih baik dan antusias ingin divaksin. Namun kebijakan PPKM meninggalkan banyak catatan, karena banyak yang kehilangan pekerjaan.
Lihat Juga :