Survei Persepsi Masyarakat Kota Bogor Terkait COVID-19, Ini Hasilnya
Minggu, 15 Agustus 2021 - 21:35 WIB
loading...
Pemerintah Kota Bogor bersama IPB University melakukan survei persepsi masyarakat terhadap pandemi COVID-19. Ada empat isu utama dalam survei tersebut yakni vaksin, PPKM, kepatuhan protokol kesehatan dan dampak sosial ekonomi. MPI/Putra Ramadhani Astyawan
A
A
A
BOGOR - Pemerintah Kota Bogor bersama IPB University melakukan survei persepsi masyarakat terhadap pandemi COVID-19 . Ada empat isu utama dalam survei tersebut yakni vaksin, PPKM, kepatuhan protokol kesehatan dan dampak sosial ekonomi.
Total ada 20.819 responden yang tersebar di 68 kelurahan di Kota Bogor dengan memperhatikan strata demografi penduduk. Sebanyak 43% responden laki-laki dan 57% perempuan. (Baca juga; Kota Bogor Keluar dari Zona Merah, Bima Arya Berharap Ada Relaksasi Lagi )
Hasil survei yang pengambilan data terhitung 3-9 Agustus 2021 ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Ernan Rustiadi, Ahli Ilmu Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Fredian Tonny Nasdian dan Ahli Ekonomi dan Bisnis, Raden Dikky Indrawan di Balai Kota Bogor, Minggu (15/8/2021).
Hasil kesimpulan di antaranya, ada 47% responden sangat optimistis dan 37% optimistis COVID-19 akan berakhir. Namun, ada ancaman penyakit baru yang diderita responden saat andemi berdasarkan jenis pekerjaan yakni hipertensi dan penyakit mental. Sebanyak 82,93% responden mahasiswa menyebutkan penyakit mental.
Selain itu, tingkat pengetahuan warga terhadap pandemi, vaksin dan PPKM sudah sangat baik. Sebanyak 97 memahami vaksin, tetapi ada 2% menyebut vaksin produk konspirasi elite global dan 1% menjawab lainnya. (Baca juga; Sambut HUT Ke-76 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Munara Bogor )
Lalu, sebanyak 85% responden sudah divaksin dan 15% belum. Warga Kota Bogor menilai pelaksanaan vaksin di Kota Bogor pum sudah baik, namun diperlukan perbaikan untuk penambahan sentra vaksin dan fasilitas antar jemput.
Total ada 20.819 responden yang tersebar di 68 kelurahan di Kota Bogor dengan memperhatikan strata demografi penduduk. Sebanyak 43% responden laki-laki dan 57% perempuan. (Baca juga; Kota Bogor Keluar dari Zona Merah, Bima Arya Berharap Ada Relaksasi Lagi )
Hasil survei yang pengambilan data terhitung 3-9 Agustus 2021 ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Ernan Rustiadi, Ahli Ilmu Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Fredian Tonny Nasdian dan Ahli Ekonomi dan Bisnis, Raden Dikky Indrawan di Balai Kota Bogor, Minggu (15/8/2021).
Hasil kesimpulan di antaranya, ada 47% responden sangat optimistis dan 37% optimistis COVID-19 akan berakhir. Namun, ada ancaman penyakit baru yang diderita responden saat andemi berdasarkan jenis pekerjaan yakni hipertensi dan penyakit mental. Sebanyak 82,93% responden mahasiswa menyebutkan penyakit mental.
Selain itu, tingkat pengetahuan warga terhadap pandemi, vaksin dan PPKM sudah sangat baik. Sebanyak 97 memahami vaksin, tetapi ada 2% menyebut vaksin produk konspirasi elite global dan 1% menjawab lainnya. (Baca juga; Sambut HUT Ke-76 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Munara Bogor )
Lalu, sebanyak 85% responden sudah divaksin dan 15% belum. Warga Kota Bogor menilai pelaksanaan vaksin di Kota Bogor pum sudah baik, namun diperlukan perbaikan untuk penambahan sentra vaksin dan fasilitas antar jemput.
Lihat Juga :