Hutan Bambu di Purwakarta Ditebang, Pengusaha Diamuk Dedi Mulyadi

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 12:31 WIB
loading...
Hutan Bambu di Purwakarta...
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi marah besar saat mengeetahui hutan bambu di Desa Kutamanah, Sukasari, Purwakarta dibabat dan akan diubah jadi kebun pisang. Foto/MPI/Didin Jalaludin
A A A
PURWAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi marah besar saat mendapat laporan hutan bambu di Desa Kutamanah, Kecamatan Sukari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dibabat dan akan diubah menjadi perkebunan pisang.

Baca juga: Miris! Duda di Purwakarta Gorok Leher dan Tusuk Perut Sendiri dengan Pisau

Kemarahan mantan Bupati Purwakarta itu setidaknya tergambar dalam video YouTube pribadi milik Dedi Mulyadi yang menyebar luas di media sosial. Dalam video itu Dedi mewakili masyarakat dan petani bambu berdialog dengan pengusaha yang akan membabat habis salah satu hutan bambu terbesar di Jawa Barat itu.

Baca juga: Dahsyat, Dalam 45 Menit Gunung Merapi Semburkan Wedhus Gembel 5 Kali

"Saya tidak mau hutan dirusak pak. Atas nama apapun. Kalau bapak ngerti ekonomi, kami orang sini bisa hidup tanpa ada bapak sekalipun,"tegas pria yang akrab dipanggil Kang Dedi dengan nada tinggi dalam video tersebut.

Dedi mendatangi kawasan hutan bambu yang akan dialihpungsikan di wayah Sukasari, Purwamarta itu dan bertemu langsung dengan pengusahanya. Sebelumnya dia mendapat laporan ada perusahaan dan LMDH yang mengaku telah mengantongi izin perhutanan sosial akan melakukan penanaman pisang di sana. Mereka berdalih pisang lebih menguntungkan dibanding bambu.

Rencana itu banyak warga yang tidak setuju. Warga tidak mau ratusan hektare hutan bambu yang ada di desa mereka dialihfungsikan. Namun pengusaha dan LMDH tetap memaksakan kehendak. Beberapa hektare tanaman bambu sudah dibabat habis.

“Namanya perhutanan sosial itu menyejahterakan masyarakat, meningkatkan ekonominya. Bukan orang kota yang datang menggarap ke sini. Logikanya di mana hutan kok ditanami pisang. Itu mah perkebunan namanya,” kata Dedi.

Bagi Dedi, alih tanam dari bambu ke pisang malah akan memperburuk keadaan. Tanah yang labil di daerah sukasari akan menimbulkan longsor dan gerakan tanah, karena tanaman bambu yang berfungsi penahan longsor tidak ada. Belum lagi pisang akan membuat struktur tanah rapuh. Warga juga pernah menanam pisang namun gagal karena hama dan penyakit.

"Jika alihfungsi tanam bambu ke pisang ini dilanjutkan siapa yang akan menanggung resikonya. Tidak ada lagi akar pohon bambu yang menahan tanah dan bebatuan di perbukitan."

"Kemudian bila terjadi longsoran material, baik tanah maupun bebatuan dari bukit itu masuk ke Waduk Jatiluhur, dampak terburuknya bisa menjebol bendungan Jatiluhur. Jika itu terjadi, maka bisa dipastikan wilayah Kabupaten Karawang, Bekasi dan Jakarta akan tersapu banjir dari Waduk Jatiluhur," tutur dia.

Setelah pertemuan itu Kang Dedi melaporkan pelaku pembabatan hutan bambu itu ke Polres Purwakarta. Dedi mengatakan meski lahan yang akan dialih tanam itu milik Perhutani, tetapi tanaman bambu yang telah ditebang adalah milik masyarakat. Dan masyarakat tidak tahu bambunya ditebang.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KDM Perintahkan Wali...
KDM Perintahkan Wali Kota Bekasi Segera Pasang Palang Pintu Pelintasan Kereta
Ketua DPKLTS Dorong...
Ketua DPKLTS Dorong Pemulihan Hutan dan DAS demi Tekan Risiko Bencana di Jabar
Petugas Gabungan Masih...
Petugas Gabungan Masih Berusaha Padamkan Karhutla Parigi Moutong
Gempa Guncang Purwakarta...
Gempa Guncang Purwakarta Pagi Ini Akibat Aktivitas Sesar Aktif
Pengembangan Kemampuan...
Pengembangan Kemampuan Siswa, Wilmar Jadikan 2 Kawasan HCV Jadi Sekolah Alam
DPR: Langkah Pemerintah...
DPR: Langkah Pemerintah Tertibkan Kawasan Hutan Kunci Cegah Terulangnya Bencana Ekologis
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Respons Dedi Mulyadi...
Respons Dedi Mulyadi soal Siswa SMK Purwakarta Olok-olok Guru
Rekomendasi
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Berita Terkini
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved