Baliho Puan For Presiden 2024 di Blitar Dikabarkan Diserang, DPC PDIP: Belum Dapat Info
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 12:09 WIB
loading...
A
A
A
Baliho-baliho yang dicoreti dengan gaya cat semprot itu, langsung diturunkan. PDIP juga membawa serangan vandalisme tersebut ke ranah hukum dengan melapor ke kepolisian.
Di Kota Blitar. Sejumlah baliho Puan Maharani yang terpasang, termasuk yang diserang vandalisme hampir selalu disertai foto seorang laki-laki dengan identitas "Budi Ompong".
Sahrul mengatakan, DPC tidak pernah mendapat instruksi untuk memasang baliho. Munculnya baliho Puan Maharani di Kota Blitar, diakui Sahrul inisiatif personal kader partai. Termasuk penurunan baliho yang kabarnya mendapat serangan vandalisme tersebut. Sahrul juga menegaskan tidak ada kaitan dengan DPC. "Kami dari DPC tidak ada instruksi untuk pasang baliho," kata Sahrul.
Sementara menanggapi kabar serangan vandalisme baliho Puan Maharani di Kota Blitar, aktivis anti korupsi Blitar Moh Trijanto mengatakan, pertanda rakyat memang lebih suka bansos daripada baliho. Apalagi tidak jauh dari berdirinya baliho Puan Maharani, adalah lokasi parkir makam Bung Karno (PIPP).
Banyak tukang becak wisata serta pedagang kecil di sekitar makam yang terdampak pandemi COVID-19. Sejak berlaku PPKM Darurat yang diikuti penutupan lokasi wisata makam Bung Karno, kata Trijanto mereka semakin sulit mencari penghasilan.
Di Kota Blitar. Sejumlah baliho Puan Maharani yang terpasang, termasuk yang diserang vandalisme hampir selalu disertai foto seorang laki-laki dengan identitas "Budi Ompong".
Sahrul mengatakan, DPC tidak pernah mendapat instruksi untuk memasang baliho. Munculnya baliho Puan Maharani di Kota Blitar, diakui Sahrul inisiatif personal kader partai. Termasuk penurunan baliho yang kabarnya mendapat serangan vandalisme tersebut. Sahrul juga menegaskan tidak ada kaitan dengan DPC. "Kami dari DPC tidak ada instruksi untuk pasang baliho," kata Sahrul.
Sementara menanggapi kabar serangan vandalisme baliho Puan Maharani di Kota Blitar, aktivis anti korupsi Blitar Moh Trijanto mengatakan, pertanda rakyat memang lebih suka bansos daripada baliho. Apalagi tidak jauh dari berdirinya baliho Puan Maharani, adalah lokasi parkir makam Bung Karno (PIPP).
Banyak tukang becak wisata serta pedagang kecil di sekitar makam yang terdampak pandemi COVID-19. Sejak berlaku PPKM Darurat yang diikuti penutupan lokasi wisata makam Bung Karno, kata Trijanto mereka semakin sulit mencari penghasilan.
Lihat Juga :