TNI-Polri Masifkan Tracer Digital, Percepat Penanganan Pandemi
Rabu, 11 Agustus 2021 - 22:37 WIB
loading...
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
MAKASSAR - Penerapan pelacakan digital atau tracer digital lewat aplikasi Silacak dan InaRisk mulai dimasifkan dengan melibatkan unsur TNI-Polri yakni Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas sebagai petugas tracer.
Kabid Humas Polda Sulsel , Kombes Pol E Zulpan menyampaikan pihaknya, sudah bekerja sama pemerintah daerah untuk memasifkan tracer digital ini. Dia berharap upaya tersebut bisa membantu mempercepat penanganan pandemi Covid-19.
Baca juga:Ribuan Prajurit Tiga Matra TNI Dikerahkan Jadi Tracer Covid-19
Dia menyatakan Bhabinkamtibmas Polri telah dibekali pengetahuan dan panduan untuk mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang konfirmasi Covid-19 pada wilayah binaan. Setiap personel bakal ditempatkan di tiap daerah menjadi tracer.
"Nanti diharapkan dengan pengetahuan satu desa ini, Bhabinkamtibmas bisa bekerja sama dengan Babinsa maupun pejabat desa atau kelurahan dalam melakukan tracer kepada masyarakat yang terkena. Nanti diarahkan untuk melakukan swab antigen, lalu isolasi mandiri," jelasnya, Rabu (11/8).
Zulpan menerangkan, masyarakat bakal diberikan pilihan isolasi mandiri di rumah maupun tempat isolasi terpadu (isoter). "Paling lama lima hari, setelah itu melakukan swab PCR, jika masih positif kembali melaksanakan isolasi," tuturnya.
Dirbinmas Polda Sulsel, Kombes Pol Andi Heru Santo menambahkan, ada ribuan personel gabungan yang dilibatkan. "Jumlahnya Bhabinkamtibmas itu 1.422 orang, ditambah 375 orang Bintara Remaja, dan 20 anggota setiap Polres untuk Pleton Cadangan," ungkapnya.
Baca juga:50 Persen Pasien Covid-19 di FIT Asrama Haji Sudiang Sembuh
Terpisah, Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Letkol Inf Rio Purwantoro mengatakan sosialisasi kepada Babinsa telah diberikan. Penekanan tentang membangun kerja sama dan koordinasi antara tim Puskesmas dengan petugas tracer jadi hal wajib.
"Sehingga penguatan testing, tracing dan treatment dapat maksimal guna mencegah penyebaran kasus Covid-19 dan penginputan data pada aplikasi Silacak dan InaRisk bisa maksimal pula di wilayah Kodam XIV Hasanuddin, yang meliputi, Sulsel, Sulbar dan Sultra," tuturnya.
Rio melanjutkan selain Babinsa, Binpotmar TNI AL dan Babinpotdirga TNI AU juga dikerahkan sesuai perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. "Jumlahnya personel di Sulsel 1.475 orang Sulbar 322 orang dan Sultra 1.106 orang. Secara nasional berjumlah 63.000 personel," imbuhnya.
Rio menjelaskan, para personel yang jadi tenaga tracer nantinya akan menerima notifikasi atau pemberitahuan dari Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing. Kemudian petugas akan menghubungi dan mewawancarai warga lewat aplikasi pengirim pesan Whatsapp atau telepon.
Baca juga:Jangan Ketinggalan, PKS Sulsel Siapkan 200 Dosis Vaksin Covid-19
Namun jika langkah digital itu tidak dapat dilakukan, maka para tracer TNI langsung mendatangi rumah-rumah warga yang dicurigai sebagai kontak erat pasien Covid-19 dan mewawancarai yang bersangkutan. Hasil wawancara dicatat dalam formulir.
"Selanjutnya para tracer dari TNI akan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk melaksanakan tindakan berikutnya yaitu melaksanakan entry test dengan antigen, untuk mengetahui apakah masyarakat tersebut menunjukan gejala reaktif atau tidak,” paparnya.
Kabid Humas Polda Sulsel , Kombes Pol E Zulpan menyampaikan pihaknya, sudah bekerja sama pemerintah daerah untuk memasifkan tracer digital ini. Dia berharap upaya tersebut bisa membantu mempercepat penanganan pandemi Covid-19.
Baca juga:Ribuan Prajurit Tiga Matra TNI Dikerahkan Jadi Tracer Covid-19
Dia menyatakan Bhabinkamtibmas Polri telah dibekali pengetahuan dan panduan untuk mencari dan memantau kontak erat dari kasus yang konfirmasi Covid-19 pada wilayah binaan. Setiap personel bakal ditempatkan di tiap daerah menjadi tracer.
"Nanti diharapkan dengan pengetahuan satu desa ini, Bhabinkamtibmas bisa bekerja sama dengan Babinsa maupun pejabat desa atau kelurahan dalam melakukan tracer kepada masyarakat yang terkena. Nanti diarahkan untuk melakukan swab antigen, lalu isolasi mandiri," jelasnya, Rabu (11/8).
Zulpan menerangkan, masyarakat bakal diberikan pilihan isolasi mandiri di rumah maupun tempat isolasi terpadu (isoter). "Paling lama lima hari, setelah itu melakukan swab PCR, jika masih positif kembali melaksanakan isolasi," tuturnya.
Dirbinmas Polda Sulsel, Kombes Pol Andi Heru Santo menambahkan, ada ribuan personel gabungan yang dilibatkan. "Jumlahnya Bhabinkamtibmas itu 1.422 orang, ditambah 375 orang Bintara Remaja, dan 20 anggota setiap Polres untuk Pleton Cadangan," ungkapnya.
Baca juga:50 Persen Pasien Covid-19 di FIT Asrama Haji Sudiang Sembuh
Terpisah, Kepala Penerangan Kodam XIV Hasanuddin, Letkol Inf Rio Purwantoro mengatakan sosialisasi kepada Babinsa telah diberikan. Penekanan tentang membangun kerja sama dan koordinasi antara tim Puskesmas dengan petugas tracer jadi hal wajib.
"Sehingga penguatan testing, tracing dan treatment dapat maksimal guna mencegah penyebaran kasus Covid-19 dan penginputan data pada aplikasi Silacak dan InaRisk bisa maksimal pula di wilayah Kodam XIV Hasanuddin, yang meliputi, Sulsel, Sulbar dan Sultra," tuturnya.
Rio melanjutkan selain Babinsa, Binpotmar TNI AL dan Babinpotdirga TNI AU juga dikerahkan sesuai perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. "Jumlahnya personel di Sulsel 1.475 orang Sulbar 322 orang dan Sultra 1.106 orang. Secara nasional berjumlah 63.000 personel," imbuhnya.
Rio menjelaskan, para personel yang jadi tenaga tracer nantinya akan menerima notifikasi atau pemberitahuan dari Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing. Kemudian petugas akan menghubungi dan mewawancarai warga lewat aplikasi pengirim pesan Whatsapp atau telepon.
Baca juga:Jangan Ketinggalan, PKS Sulsel Siapkan 200 Dosis Vaksin Covid-19
Namun jika langkah digital itu tidak dapat dilakukan, maka para tracer TNI langsung mendatangi rumah-rumah warga yang dicurigai sebagai kontak erat pasien Covid-19 dan mewawancarai yang bersangkutan. Hasil wawancara dicatat dalam formulir.
"Selanjutnya para tracer dari TNI akan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk melaksanakan tindakan berikutnya yaitu melaksanakan entry test dengan antigen, untuk mengetahui apakah masyarakat tersebut menunjukan gejala reaktif atau tidak,” paparnya.
(luq)
Lihat Juga :