Baru 45 Persen Warga Binaan di Sulsel Terima Vaksin COVID-19
Minggu, 08 Agustus 2021 - 18:36 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengatasi kendala tersebut, kata Edi, pihaknya tetap berkoordinasi dengan instansi yang berkewenangan dalam urusan pemberian vaksin, baik dari kementrian kesehatan, TNI, Polri, DPR, pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota.
"Dari awal sebenarnya kita sudah minta seluruh warga binaan dan tahanan untuk divaksin, cuman yah karena keterbatasan vaksin, jadi tentunya ada yang diprioritaskan. Tapi tetap kita lakukan koordinasi dan kerjasama dengan gugus tugas yang menangani masalah penanggulangan Covid-19," ucap Edi.
Edi mengaku, kerap memonitoring dan menginstruksikan langkah-langkah kepada seluruh jajarannya untuk terus mempercepat vaksinasi terhadap warga binaan serta tahanan. "Kami minta seluruh satker (satuan kerja) berkoordinasi dengan satgas penanggulangan Covid-19 ini," ungkapnya.
Baca Juga: Vaksinasi Merdeka Sasar Ratusan Warga, Pulang Dapat Sembako
"Ini sebagai ikhtiar untuk mencegahpenularan Covid-19 di dalam Lapas dan Rutan. Kami juga telah memberikan asimilasi rumah dan integrasi kepada 7176 orang narapidana dari April 2020 sampai Agustus 2021," tutur Edi menambahkan.
"Dari awal sebenarnya kita sudah minta seluruh warga binaan dan tahanan untuk divaksin, cuman yah karena keterbatasan vaksin, jadi tentunya ada yang diprioritaskan. Tapi tetap kita lakukan koordinasi dan kerjasama dengan gugus tugas yang menangani masalah penanggulangan Covid-19," ucap Edi.
Edi mengaku, kerap memonitoring dan menginstruksikan langkah-langkah kepada seluruh jajarannya untuk terus mempercepat vaksinasi terhadap warga binaan serta tahanan. "Kami minta seluruh satker (satuan kerja) berkoordinasi dengan satgas penanggulangan Covid-19 ini," ungkapnya.
Baca Juga: Vaksinasi Merdeka Sasar Ratusan Warga, Pulang Dapat Sembako
"Ini sebagai ikhtiar untuk mencegahpenularan Covid-19 di dalam Lapas dan Rutan. Kami juga telah memberikan asimilasi rumah dan integrasi kepada 7176 orang narapidana dari April 2020 sampai Agustus 2021," tutur Edi menambahkan.
(agn)
Lihat Juga :