Gerakan Berbasis Desa Efektif Tekan Penularan Virus Covid-19

Selasa, 21 April 2020 - 12:20 WIB
loading...
Gerakan Berbasis Desa...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek tempat karantina di Desa Lerep, Kabupaten Semarang, Rabu (8/4/2020). Gerakan berbasis desa dinilai efektif menekan penularan virus corona. FOTO/DOK.HUMAS PEMPROV JATENG
A A A
SEMARANG - Selain mengedepankan langkah-langkah preventif dan promotif, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga bakal melakukan gerakan berbasis desa. Langkah tersebut dinilai efektif untuk menekan angka penularan dan menaikkan jumlah pasien Covid-19 yang sembuh.

Per 21 April 2020 ini jumlah kasus Covid-19 terkonfirmasi di Jawa Tengah terbanyak kelima di Tanah Air. Terdapat 373 pasien positif, 50 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Agar kasus penularan bisa ditekan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan langkah utamanya adalah menerapkan langkah preventif dan promotif.

"Kalau treatment menurut saya yang paling penting itu tetep preventif, enggak bisa enggak, preventif promotif itu penting, pakai masker, dibawa kemana-mana, kemudian jaga jarak itu rumus paling utama, cuci tangan, bersih, hidup sehat itu utama, butuh kesadaran bersama," kata Ganjar, Selasa (21/4).

Ganjar mengatakan, saat ini dirinya intens komunikasi dengan para pasien terkonfirmasi. Selain menanyakan bagaimana kondisinya, juga untuk menyemangati karena kalau mental dan semangatnya membaja luar biasa, menurut Ganjar, akan semakin mempermudah untuk sembuh.

"Langkah berikutnya tentu dari sisi kedokteran, kita meyerahkan pada tim medis pada lab-lab agar mereka bersama mencari solusi. Saya berharap ada lembaga riset apakah perguruan tinggi, meneliti betul cari semacam vaksin, jadi ada sebagian dari negara ini untuk memikirkan soal itu. sehingga respons kita bisa lebih cepat untuk menangani pasien yang ada," katanya.

Selain itu, prinsip kesembuhan sebenarnya berada pada diri sendiri. Maka itulah pentingnya pencegahan, kelompok rentan diproteksi dulu sehingga yg sehat sehat ini persiapkan untuk melawan dia kuat. Bahkan Ganjar mengatakan akan memperketat langkah-langkah tersebut, yakni preventif dan promotif, termasuk di pedesaan.

"Kita coba merapikan lagi ketika kemarin kita mencoba imbauan pada desa, desa respons bagus, kemudian kita lihat bahwa masyarakat desa mulai paham menjaga bersama, menjaga mencatat orang keluar-masuk. Ini ikhtiar yang mucul dari literasi yang makin baik," kata Ganjar.

Namun demikian, beban kawan-kawan desa, kata Ganjar, terus mengalami peningkatan dalam menangani COVID-19 ini. Maka perlu diawasi dan mesti kita bantu. Ganjar ingin ada pengawalan pada pemerintah desa agar mereka tidak dilepas sendirian.

"Kecamatan membantu, kabupaten, propinsi, perguruan tinggi, kelompok masyarakat semua bantu dong," katanya.

Kenapa desa? Ganjar mengatakan karena desa memiliki basis yang bagus. Bahkan dirinya sudah menyiapkan skenario aksi yang akan diterapkan lebih kenceng agar ada supervisi baik dan monev (monitoring dan evaluasi) baik. Pemerintah desa hari ini, kata Ganjar, tidak hanya dihadapkan mencatat warganya yang dari luar kota, tapi memenuhi kebutuhan pangan, termasuk mengantisipasi tindak kriminal yang mulai muncul.

"Ini penting, mereka mulai ronda bersama, greget ini warming up yang baik. Harapan kita sistem pengendalian atau respon pandemi ini dengan berbasis masyarakat di desa," katanya.

Langkah Ganjar menerapkan sistem pencegahan berbasis desa tersebut diapresiasi oleh Tanto Sastroredja. Peraih doktor matematika Universitas Jacop Bremen Jerman tersebut mengatakan sistem yang sudah mengakar di desa bisa jadi jaring ampuh untuk mengamankan sisi ekonomi maupun sosial.

"Sistem-sistem yang sudah dimiliki di desa kita hidupkan dan gencarkan, lumbung pangan, gugur gunung atau gotong royong kalau perlu bisa kita terapkan sistem barter agar kehidupan masyarakat desa tetap menggeliat," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imbas Banjir Grobogan,...
Imbas Banjir Grobogan, 9 Ribu KK Terdampak
Kajati Jateng Sebut...
Kajati Jateng Sebut Kejaksaan Perlu Dikawal TNI, Apalagi saat Gencar Penegakan Hukum
Gerindra Jateng Mulai...
Gerindra Jateng Mulai Panaskan Mesin Partai Pemilu 2029
Profil 2 Wakapolda Baru...
Profil 2 Wakapolda Baru di Daerah, Salah Satunya Pernah Tangani Kecelakaan Vanessa Angel
17,9 Juta Pemudik Lebaran...
17,9 Juta Pemudik Lebaran dan 1,8 Juta Kendaraan Bakal Masuk Jateng
Daftar 35 Kabupaten...
Daftar 35 Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah, Lengkap dengan Luas Wilayahnya
Buka Cabang Semarang,...
Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
SPMB Jateng 2026: Kuota...
SPMB Jateng 2026: Kuota Jalur Prestasi Capai 30 Persen, Ini Ketentuannya
Potensi Cuaca Ekstrem...
Potensi Cuaca Ekstrem di Jateng dan Jatim, BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
Rekomendasi
Babak Pertama: Gol Ole...
Babak Pertama: Gol Ole Romeny Bawa Timnas Indonesia Ungguli Mozambik
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Berita Terkini
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo Beberkan Konstruksi Laporan Terhadap Lechumanan dan Rismon
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
PTUN Serang Tutup Gugatan...
PTUN Serang Tutup Gugatan Yayasan Syarif Hidayatullah, Pengacara: Kepemilikan UIN Jakarta Kian Tegas
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved