Keluh Kesah Petani Sayur di Tengah PPKM, Hasil Panen Tak Laku hingga Terpaksa Berutang
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 00:10 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi, lanjut Abah Jaja, dia hanyalah seorang petani penggarap. Sekitar 300 tumbak lahan pertaniannya milik orang lain, hanya sebagian kecil saja yang merupakan miliknya.
Baca juga: Minta Kewenangan Distribusi Vaksin, Ridwan Kamil: Sekarang Kita Ibarat Tukang Pos
Tidak hanya itu, untuk kebutuhan pupuk saja, dia memanfaatkan kotoran kelinci dan domba pemberian tetangganya. Menurut Abah Jaja, sudah setahun terakhir dia kesulitan bertani karena sulitnya mendapatkan modal, terlebih PPKM terus diperpanjang yang membuat hasil panennya tak laku dijual.
"Kalau enggak dibantu, tinggal dijalani aja yang ada sedikit ini. Tinggal Rp200.000 (modal) untuk semua kebutuhan. Kalau ada bantuan modal dari pemerintah bisa naik modalnya," katanya.
Mengetahui kondisi yang dialami Abah Jaja, tim Penderma.id dari Yayasan Aksi Indonesia Dermawan mendatangi Abah Jaja untuk memberikan bantuan sekaligus membukakan jalan, agar Abah Jaja bisa kembali bertani dan menutupi kebutuhan keluarganya.
Baca juga: Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Tinggi dari India, Vietnam, Korsel dan Jepang
Direktur Penderma.id, Widya mengatakan, pihaknya sengaja mendatangi Abah Jaja untuk memborong hasil pertaniannya. Tidak hanya itu, pihaknya pun membantu menjual hasil panen Abah Jaja, termasuk para petani lainnya yang kini tengah mengalami kesulitan akibat pandemi.
Baca juga: Minta Kewenangan Distribusi Vaksin, Ridwan Kamil: Sekarang Kita Ibarat Tukang Pos
Tidak hanya itu, untuk kebutuhan pupuk saja, dia memanfaatkan kotoran kelinci dan domba pemberian tetangganya. Menurut Abah Jaja, sudah setahun terakhir dia kesulitan bertani karena sulitnya mendapatkan modal, terlebih PPKM terus diperpanjang yang membuat hasil panennya tak laku dijual.
"Kalau enggak dibantu, tinggal dijalani aja yang ada sedikit ini. Tinggal Rp200.000 (modal) untuk semua kebutuhan. Kalau ada bantuan modal dari pemerintah bisa naik modalnya," katanya.
Mengetahui kondisi yang dialami Abah Jaja, tim Penderma.id dari Yayasan Aksi Indonesia Dermawan mendatangi Abah Jaja untuk memberikan bantuan sekaligus membukakan jalan, agar Abah Jaja bisa kembali bertani dan menutupi kebutuhan keluarganya.
Baca juga: Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Tinggi dari India, Vietnam, Korsel dan Jepang
Direktur Penderma.id, Widya mengatakan, pihaknya sengaja mendatangi Abah Jaja untuk memborong hasil pertaniannya. Tidak hanya itu, pihaknya pun membantu menjual hasil panen Abah Jaja, termasuk para petani lainnya yang kini tengah mengalami kesulitan akibat pandemi.
Lihat Juga :