Data Penerima Bansos Amburadul, Kuwu di Majalengka Dibuat Pusing
Kamis, 05 Agustus 2021 - 16:03 WIB
loading...
Bantuan Sosial (Bansos) yang digulirkan pemerintah pusat menyisakan permasalahan baru di daerah. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews/Yuswantoro
A
A
A
MAJALENGKA - Bantuan Sosial (Bansos) yang digulirkan pemerintah pusat untuk mengurangi dampak pandemi COVID-19, menyisakan permasalahan baru di daerah. Amburadulnya data penerima bansos yang ada di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) memicu permasalahan baru.
Baca juga: KPK Minta Kemensos Update Data Penerima Bansos Tiap Bulan
Kondisi itu diakui oleh sejumlah Kuwu (Kades/Kepala Desa) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Mereka mengaku kerap menemukan data penerima sejumlah bansos yang dianggap salah sasaran.
"Karut marut. Penerima adalah orang yang tidak layak. Banyak yang muda, banyak yang kaya, yang layak menerima justru tidak menerima. Juga mereka sudah menerima sebelumnya. Jadi dobel, bahkan ada yang empat (jenis bansos mereka menerima)," kata salah satu Kuwu, Dudung Abdulah Yasin seusai audienisi dengan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Majalengka, Kamis (5/8/2021).
Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, hingga Kamis Siang Merapi Masih Bergolak Luncurkan Awan Panas
Kondisi tersebut, jelas dia, tidak jarang memicu kemarahan warga lainnya. Diakuinya, dirinya bersama rekan-rekan Kuwu lainnya kerap menjadi sasaran fitnahan dari warganya sendiri. Kendati demikian, Dudung mengaku "serangan" itu sebagai sesuatu yang wajar.
Baca juga: KPK Minta Kemensos Update Data Penerima Bansos Tiap Bulan
Kondisi itu diakui oleh sejumlah Kuwu (Kades/Kepala Desa) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Mereka mengaku kerap menemukan data penerima sejumlah bansos yang dianggap salah sasaran.
"Karut marut. Penerima adalah orang yang tidak layak. Banyak yang muda, banyak yang kaya, yang layak menerima justru tidak menerima. Juga mereka sudah menerima sebelumnya. Jadi dobel, bahkan ada yang empat (jenis bansos mereka menerima)," kata salah satu Kuwu, Dudung Abdulah Yasin seusai audienisi dengan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Majalengka, Kamis (5/8/2021).
Baca juga: Nyalakan Tanda Bahaya, hingga Kamis Siang Merapi Masih Bergolak Luncurkan Awan Panas
Kondisi tersebut, jelas dia, tidak jarang memicu kemarahan warga lainnya. Diakuinya, dirinya bersama rekan-rekan Kuwu lainnya kerap menjadi sasaran fitnahan dari warganya sendiri. Kendati demikian, Dudung mengaku "serangan" itu sebagai sesuatu yang wajar.
Lihat Juga :