Ikut Arisan RN Community, Ibu-ibu Sosialita Ini Malah Tertipu
Kamis, 05 Agustus 2021 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Dia sudah beberapa kali mengupayakan penagihan kepada Ratna. Namun, pembayaran tak kunjung didapatkan. Sampai akhirnya tahun 2019 dia melaporkan Ratna ke Polsek Setiabudi. Laporan tersebut membuahkan persidangan yang saat ini sedang dia jalani di mana Ratna sudah dipenjara dan menjalani sidang sebagai terdakwa.
Ternyata Dessy tak hanya satu-satunya korban arisan yang digelar Ratna. Susilowati yang saat itu hadir mendampingi Dessy mengaku pernah menjadi korban. Namun, karena upayanya yang gigih menagih, haknya sebagai pemenang arisan dipenuhi Ratna. “Arisan saya waktu itu nggak banyak sih Rp2,5 jutaan. Tapi karena saya pepet terus akhirnya dia terpaksa bayar,” kata Susilowati.
Baca juga: Yusri Ungkap Kronologis Laporan Anak Akidi Tio Terkait Dugaan Penipuan di Polda Metro Jaya
Dari pengalamannya itu, Susilowati mengetahui ada rekan-rekannya yang menjadi korban arisan Ratna. Sampai dia mencoba mencari tahu korban arisan lain Ratna. “Ratna ini kan jaringan arisannya banyak. Ada SW (Success Woman) dan RN. RN itu juga banyak, RN1, RN2, RN3 dan seterusnya. Pas saya kumpulkan ternyata korbannya lebih dari 50 orang dengan kerugian ratusan juta rupiah,” ungkapnya.
“Saat ini para korban satu per satu sedang membuat laporan. Setelah sidang dari laporan Dessy ini, laporan lain menanti Ratna yang saat ini mendekam di Rutan Pondok Bambu,” sambungnya.
Dengan terkuaknya arisan yang dialami para sosialita, dia berharap kaum wanita lebih berhati-hati terhadap arisan yang diikutinya. “Semoga menjadi contoh bagi bandar arisan lain agar tak menyalahgunakan kepercayaan kita untuk mengelola uang arisan. Juga supaya kita lebih jeli lagi mengikuti arisan. Lihat dulu siapa bandarnya, backgroundnya seperti apa,” kata Susilowati.
Ternyata Dessy tak hanya satu-satunya korban arisan yang digelar Ratna. Susilowati yang saat itu hadir mendampingi Dessy mengaku pernah menjadi korban. Namun, karena upayanya yang gigih menagih, haknya sebagai pemenang arisan dipenuhi Ratna. “Arisan saya waktu itu nggak banyak sih Rp2,5 jutaan. Tapi karena saya pepet terus akhirnya dia terpaksa bayar,” kata Susilowati.
Baca juga: Yusri Ungkap Kronologis Laporan Anak Akidi Tio Terkait Dugaan Penipuan di Polda Metro Jaya
Dari pengalamannya itu, Susilowati mengetahui ada rekan-rekannya yang menjadi korban arisan Ratna. Sampai dia mencoba mencari tahu korban arisan lain Ratna. “Ratna ini kan jaringan arisannya banyak. Ada SW (Success Woman) dan RN. RN itu juga banyak, RN1, RN2, RN3 dan seterusnya. Pas saya kumpulkan ternyata korbannya lebih dari 50 orang dengan kerugian ratusan juta rupiah,” ungkapnya.
“Saat ini para korban satu per satu sedang membuat laporan. Setelah sidang dari laporan Dessy ini, laporan lain menanti Ratna yang saat ini mendekam di Rutan Pondok Bambu,” sambungnya.
Dengan terkuaknya arisan yang dialami para sosialita, dia berharap kaum wanita lebih berhati-hati terhadap arisan yang diikutinya. “Semoga menjadi contoh bagi bandar arisan lain agar tak menyalahgunakan kepercayaan kita untuk mengelola uang arisan. Juga supaya kita lebih jeli lagi mengikuti arisan. Lihat dulu siapa bandarnya, backgroundnya seperti apa,” kata Susilowati.
(jon)
Lihat Juga :