Pasien Sembuh di Jabar Tembus Empat Kali Lipat dari Meninggal
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Adapun pada kategori pasien dalam pengawasan (PDP) totalnya kini mencapai 8.158 orang. Rinciannya, sebanyak 6.310 orang atau 77,35 persen berstatus selesai pengawasan, sehingga total PDP terawasi mencapai 1.848 orang atau 32,65 persen.
(Baca: Dijemput dari Rumah, Dua Pedagang Positif Corona Diisolasi di RS)
Diketahui, jumlah pasien yang terus bertambah juga menjadi salah satu acuan penerapan tatanan normal baru (new normal) yang akan diterapkan di Jabar yang rencananya dimulai 1 Juni 2020 mendatang.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani menyatakan, penerapan konsep new normal tak lepas dari angka reproduksi (Rt) penyebaran COVID-19 di Jabar kini sudah menyentuh angka 1. Artinya, Jabar dinilai dapat mengendalikan penyebaran COVID-19.
"Kita sudah bisa mempertahankan Rt atau angka reproduksi dari penularan ini di angka 1. Artinya, 1 orang positif COVID-19 di Jabar menularkan ke 1 orang lainnya," kata Berli, Rabu (27/5/2020).
Hasil evaluasi pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) level provinsi pun, kata Berli, menunjukkan hasil yang positif. Hal itu terlihat dari rata-rata penambahan kasus per hari, dari 40 kasus per hari pada akhir April 2020 turun menjadi 21-24 kasus pada akhir Mei.
Tingkat rata-rata kematian akibat COVID-19 di Jabar pun turun dari 7 jiwa menjadi 3 jiwa per hari. Sementara tingkat kesembuhan terus bertambah dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga menurun. agung bakti sarasa
(Baca: Dijemput dari Rumah, Dua Pedagang Positif Corona Diisolasi di RS)
Diketahui, jumlah pasien yang terus bertambah juga menjadi salah satu acuan penerapan tatanan normal baru (new normal) yang akan diterapkan di Jabar yang rencananya dimulai 1 Juni 2020 mendatang.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Berli Hamdani menyatakan, penerapan konsep new normal tak lepas dari angka reproduksi (Rt) penyebaran COVID-19 di Jabar kini sudah menyentuh angka 1. Artinya, Jabar dinilai dapat mengendalikan penyebaran COVID-19.
"Kita sudah bisa mempertahankan Rt atau angka reproduksi dari penularan ini di angka 1. Artinya, 1 orang positif COVID-19 di Jabar menularkan ke 1 orang lainnya," kata Berli, Rabu (27/5/2020).
Hasil evaluasi pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) level provinsi pun, kata Berli, menunjukkan hasil yang positif. Hal itu terlihat dari rata-rata penambahan kasus per hari, dari 40 kasus per hari pada akhir April 2020 turun menjadi 21-24 kasus pada akhir Mei.
Tingkat rata-rata kematian akibat COVID-19 di Jabar pun turun dari 7 jiwa menjadi 3 jiwa per hari. Sementara tingkat kesembuhan terus bertambah dan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga menurun. agung bakti sarasa
(muh)
Lihat Juga :