Minggu Kedua PPKM Level 4, Mobilitas Warga Jakarta Naik 26%
Rabu, 04 Agustus 2021 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Sambodo menambahkan, mengacu data mobilitas warga di PPKM level 4 di pekan kedua penerapan, tercatat adanya kenaikan mobilitas 26% dibandingkan saat PPKM darurat dan PPKM mikro."Bila dibandingkan dengan minggu kedua kenaikannya menjadi 26%. Maka kemarin saya bilang kemarin rata-rata ada kenaikan 30% dibandingkan pada saat PPKM level 4 minggu pertama dibandingkan PPKM darurat minggu ketiga," ungkapnya.
Dia melanjutkan, selama PPKM level 4 dilakukan, memang ada penurunan mobilitas di tempat-tempat umum. Mobilitas warga terlihat meningkat justru di pemukiman dan perumahan."Kalau kita lihat dari Google Mobility memang semua terjadi penurunan ini sejak 14-29 Juli. Penurunan terbesar ada di trans station, ada di terminal, stasiun, taman-taman, tempat olahraga, terjadi penurunan sampai minus 53 persen," tutur Sambodo.
"Lalu minus 43% di tempat kerja dan di tempat retil turun 37%. Yang jadi kenaikan itu ada di permukiman perumahan yang memang ada kenaikan," lanjutnya.
Sambodo menuturkan, tiga hari terakhir pihaknya mencatat adanya kenaikan mobilitas warga. Hal itu dikhawatirkan akan berpengaruh kepada kenaikan penyebaran virus Corona di Jakarta.
"Yang harus diantisipasi bahwa ada peningkatan di 3 hari terakhir. Ini yang menjadi keprihatinan kita karena bagaimana hubungan antara grafik ini dengan angka (penyebaran) Covid-19," pungkas Sambodo.
Dia melanjutkan, selama PPKM level 4 dilakukan, memang ada penurunan mobilitas di tempat-tempat umum. Mobilitas warga terlihat meningkat justru di pemukiman dan perumahan."Kalau kita lihat dari Google Mobility memang semua terjadi penurunan ini sejak 14-29 Juli. Penurunan terbesar ada di trans station, ada di terminal, stasiun, taman-taman, tempat olahraga, terjadi penurunan sampai minus 53 persen," tutur Sambodo.
"Lalu minus 43% di tempat kerja dan di tempat retil turun 37%. Yang jadi kenaikan itu ada di permukiman perumahan yang memang ada kenaikan," lanjutnya.
Sambodo menuturkan, tiga hari terakhir pihaknya mencatat adanya kenaikan mobilitas warga. Hal itu dikhawatirkan akan berpengaruh kepada kenaikan penyebaran virus Corona di Jakarta.
"Yang harus diantisipasi bahwa ada peningkatan di 3 hari terakhir. Ini yang menjadi keprihatinan kita karena bagaimana hubungan antara grafik ini dengan angka (penyebaran) Covid-19," pungkas Sambodo.
(hab)
Lihat Juga :