Ini Skenario New Normal Life Pendidikan di Jawa Tengah
Kamis, 28 Mei 2020 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, pihaknya akan memperhatikan kondisi daerah di Jateng, apakah pada wilayah tersebut termasuk epicentrum (pusat) penyebaran atau bukan. Sehingga, antara satu kabupaten atau kota di Jawa Tengah, kebijakan new normal bisa kasuistik.
“Apakah nanti masuk sekaligus atau bergelombang, kita akan akan ikuti dan taati dinamika GTTP, yang pasti mempertimbangkan epidemiologi penyakit. Penyebaran kasus di daerah juga jadi pertimbangan, apakah nanti bisa penuh, setengah kelas, sepertiga kelas, setiap hari atau dalam seminggu hanya masuk dua hari. Intinya Jateng siap, apakah itu masuk normal, PJJ (pembelajaran jarak jauh) oke, sebagian PJJ juga oke,” paparnya.
Dia menjelaskan selama kurun waktu satu setengah bulan, pihaknya juga akan melakukan simulasi new normal, pada sekolah-sekolah yang akan dijadikan acuan penerapan new normal.
Sehingga, jika jadi diterapkan, guru dan murid tidak gagap. Tentu semua itu dilakukan dengan memperhatikan panduan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kebijakan tersebut juga akan dikomunikasikan lintas sektor.
“Sekolah dan cabang pendidikan di daerah juga harus berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi pandemi di wilayah. Yang jadi perhatian kami juga sekolah asrama, di mana satu kamar ada empat sampai enam siswa,” pungkasnya.(Baca juga : Jajaki New Normal di Sekolah, Siswa Masuk Bergiliran )
“Apakah nanti masuk sekaligus atau bergelombang, kita akan akan ikuti dan taati dinamika GTTP, yang pasti mempertimbangkan epidemiologi penyakit. Penyebaran kasus di daerah juga jadi pertimbangan, apakah nanti bisa penuh, setengah kelas, sepertiga kelas, setiap hari atau dalam seminggu hanya masuk dua hari. Intinya Jateng siap, apakah itu masuk normal, PJJ (pembelajaran jarak jauh) oke, sebagian PJJ juga oke,” paparnya.
Dia menjelaskan selama kurun waktu satu setengah bulan, pihaknya juga akan melakukan simulasi new normal, pada sekolah-sekolah yang akan dijadikan acuan penerapan new normal.
Sehingga, jika jadi diterapkan, guru dan murid tidak gagap. Tentu semua itu dilakukan dengan memperhatikan panduan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kebijakan tersebut juga akan dikomunikasikan lintas sektor.
“Sekolah dan cabang pendidikan di daerah juga harus berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi pandemi di wilayah. Yang jadi perhatian kami juga sekolah asrama, di mana satu kamar ada empat sampai enam siswa,” pungkasnya.(Baca juga : Jajaki New Normal di Sekolah, Siswa Masuk Bergiliran )
(nun)
Lihat Juga :