Joget Ala Jarang Kepang, Cara Tenaga Kesehatan Jaga Mood Pasien Positif COVID-19
Senin, 02 Agustus 2021 - 18:59 WIB
loading...
Potongan video dua tenaga kesehatan Puskesmas Puri, Mojokerto melakukan joget ala jaran kepang. Aksi ini meningkatkan mood para pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi.Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
A
A
A
MOJOKERTO - Mengurangi tingkat stres konon katanya menjadi salah satu obat mujarab bagi pasien COVID-19 . Tak jarang banyak hal unik yang dilakukan para tenaga kesehatan untuk meningkatkan semangat hidup para pasien yang terpapar virus Corona.
Seperti yang dilakukan dua orang tenaga medis di Puskesmas Puri, Kabupaten Mojokerto. Untuk meningkatkan mood pasien COVID-19 yang menjalani isolasi di puskesmas setempat, kedua tenaga kesehatan itu rela berjoget ala tarian jarang kepang. Musiknya pun dangdut koplo.
Menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, dua orang tenaga kesehatan itu nampak berjoget ria dengan iringan musik khas nusantara itu. Bahkan satu orang diantaranya memakai topeng ganongan khas tarian jaran kepang lengkap dengan membawa cambuk. Keduanya pun terlihat asyik, membuat semua pasien COVID-19 yang menjalani isolasi pun tertawa geli.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Siapkan Anggaran Rp17,26 M untuk Insentif Nakes
"Kesembuhan tergantung imunitas dia (pasien Covid-19), kalau selalu positif thinking, gak ada komorbid ya Insya Allah bisa cepat sembuh," ungkap Kepala Puskesmas Puri dr Retno Dhanarwarih, Senin (2/8/2021).
Aksi nyeleneh dua orang tenaga kesehatan ini bukan kali pertama dilakukan. Setiap pagi mereka selalu menghibur para pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi di Puskesmas Puri. Bagi mereka, mempertahankan semangat hidup para pasien positif COVID-19 juga menjadi tugas mereka, selain melayani kebutuhan makan dan minum serta vitamin dan obat.
"Senam, dan joget-joget itu sebenarnya sejak awal bulan Juni lalu. Niatnya cuman buat hiburan dan kenang-kenangan warga yang pernah isolasi di sini, tapi ternyata dampaknya efektif. Kalau tidak ada komorbid, Insya Allah kalau sudah tujuh hari di swab negatif bisa dilanjutkan isolasi di rumah tiga hari," tutur wanita berhijab ini.
Seperti yang dilakukan dua orang tenaga medis di Puskesmas Puri, Kabupaten Mojokerto. Untuk meningkatkan mood pasien COVID-19 yang menjalani isolasi di puskesmas setempat, kedua tenaga kesehatan itu rela berjoget ala tarian jarang kepang. Musiknya pun dangdut koplo.
Menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, dua orang tenaga kesehatan itu nampak berjoget ria dengan iringan musik khas nusantara itu. Bahkan satu orang diantaranya memakai topeng ganongan khas tarian jaran kepang lengkap dengan membawa cambuk. Keduanya pun terlihat asyik, membuat semua pasien COVID-19 yang menjalani isolasi pun tertawa geli.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Siapkan Anggaran Rp17,26 M untuk Insentif Nakes
"Kesembuhan tergantung imunitas dia (pasien Covid-19), kalau selalu positif thinking, gak ada komorbid ya Insya Allah bisa cepat sembuh," ungkap Kepala Puskesmas Puri dr Retno Dhanarwarih, Senin (2/8/2021).
Aksi nyeleneh dua orang tenaga kesehatan ini bukan kali pertama dilakukan. Setiap pagi mereka selalu menghibur para pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi di Puskesmas Puri. Bagi mereka, mempertahankan semangat hidup para pasien positif COVID-19 juga menjadi tugas mereka, selain melayani kebutuhan makan dan minum serta vitamin dan obat.
"Senam, dan joget-joget itu sebenarnya sejak awal bulan Juni lalu. Niatnya cuman buat hiburan dan kenang-kenangan warga yang pernah isolasi di sini, tapi ternyata dampaknya efektif. Kalau tidak ada komorbid, Insya Allah kalau sudah tujuh hari di swab negatif bisa dilanjutkan isolasi di rumah tiga hari," tutur wanita berhijab ini.
Lihat Juga :