Mayat Pria Misterius Gemparkan Lombok Timur, Ditemukan Telanjang di Dalam Parit
loading...
A
A
A
LOMBOK TIMUR - Sesosok mayat pria tanpa identitas, ditemukan tertelungkup di dalam parit yang ada di wilayah Dusung Karanganyar, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Minggu (1/8/2021) tengah malam.
Petugas gabungan dari SAR dan BPBD Lombok Timur, langsung mengevakuasi mayat yang ditemukan dalam kondisi telanjang tersebut ke RSUD dr. Raden Soedjono Selong, untuk proses identivikasi.
Mayat tersebut, ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Awaludin. Saat itu, Awaludin mengaku sedang mencari cacing di parit, lalu dikagetkan dengan sesosok mayat yang posisinya tertelungkup dalam parit.
Identitas mayat tersebut, baru diketahui setelah keluarga korban datang ke RSUD dr. Raden Soedjono Selong. Korban diketahui bernama Suhaidi, usia 30 tahun, warga Lenek. Diduga korban mengalami gangguan jiwa dan menderita penyakit ayan.
Kasatreskrim Polres Lombok Timur, Iptu Muhammad Fajri mengatakan, dari penyelidikan yang dilakukan, tidak ada bekas kekerasan fisik di tubuh korban. "Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, dan mengikhlaskan kematian korban," tuturnya.
Petugas gabungan dari SAR dan BPBD Lombok Timur, langsung mengevakuasi mayat yang ditemukan dalam kondisi telanjang tersebut ke RSUD dr. Raden Soedjono Selong, untuk proses identivikasi.
Mayat tersebut, ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Awaludin. Saat itu, Awaludin mengaku sedang mencari cacing di parit, lalu dikagetkan dengan sesosok mayat yang posisinya tertelungkup dalam parit.
Identitas mayat tersebut, baru diketahui setelah keluarga korban datang ke RSUD dr. Raden Soedjono Selong. Korban diketahui bernama Suhaidi, usia 30 tahun, warga Lenek. Diduga korban mengalami gangguan jiwa dan menderita penyakit ayan.
Kasatreskrim Polres Lombok Timur, Iptu Muhammad Fajri mengatakan, dari penyelidikan yang dilakukan, tidak ada bekas kekerasan fisik di tubuh korban. "Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, dan mengikhlaskan kematian korban," tuturnya.
(eyt)