Cerita Driver Taksi Online, Bawa Penumpang Sesak Nafas hingga Bantu Persalinan di Mobil
Minggu, 01 Agustus 2021 - 08:32 WIB
loading...
Eka, driver taksi online di Bandung. SINDOnews/Arif
A
A
A
BANDUNG - Pandemi membawa cerita tersendiri bagi banyak orang. Tak hanya kisah suka atau duka, tetapi juga kisah tentang ketulusan menolong terhadap sesama. Tak terkecuali yang dialami oleh salah satu driver taksi online di Bandung, Eka Satya Hanurawan (54).
Dia bercerita melewati berbagai pengalaman selama pandemi. Kisah yang tidak akan pernah dilupakan. Salah satunya adalah ketika mendapatkan penumpang ibu dan anak yang mengaku terinfeksi COVID-19 , dan butuh segera dibawa ke rumah sakit. Kondisi salah satu dari penumpang tersebut tidak begitu baik.
“Saat itu kondisi penumpang memprihatinkan. Di tengah jalan, dia sesak nafas, saya langsung pinggirkan mobil dulu terus membuka jendela mobil. Lalu mengambil tabung oksigen di bagasi milik penumpang yang dibawa dari rumahnya. Sebenarnya sempat panik juga, tapi saya beranikan diri memasangkan selang oksigen,” ujar pria yang kerap disapa Eka.
Setelah menolong warga sesak nafas, Eka yang telah divaksinasi COVID-19 berinisiatif untuk melarikan penumpang tersebut ke rumah sakit terdekat. Hal tersebut dilakukan lantaran kondisi penumpang sudah tidak memungkinkan untuk bertahan sampai ke rumah sakit sesuai orderan yang diterima melalui aplikasi Grab.
“Saya bersyukur dapat menolong kedua penumpang tersebut, apalagi kondisi mereka gawat. Saya terharu waktu mereka berterima kasih sampai berkali-kali karena katanya sempat khawatir ordernya akan ditolak. Mudah-mudahan pasien-pasien COVID-19 lainnya tidak mengalami kesulitan jika harus ke rumah sakit,” ungkapnya.
Di antara pengalamannya menolong penumpang sesak nafas, dia pun bercerita tentang beberapa kali membantu proses persalinan di dalam mobilnya. Sebuah pengalaman yang akan sulit dia lupakan.
“Saya sudah tiga kali menolong penumpang yang akan melahirkan. Waktu itu masih awal-awal pandemi. Penumpang saya keadaannya nggak bisa lagi menempuh jarak ke rumah sakit sesuai aplikasi, karena sudah ada pembukaan dan air ketuban pecah, bahkan sudah terlihat bagian kepala bayinya. Saya langsung carikan tempat bersalin terdekat supaya segera dapat ditangani dokter,” kisahnya.
Dia bercerita melewati berbagai pengalaman selama pandemi. Kisah yang tidak akan pernah dilupakan. Salah satunya adalah ketika mendapatkan penumpang ibu dan anak yang mengaku terinfeksi COVID-19 , dan butuh segera dibawa ke rumah sakit. Kondisi salah satu dari penumpang tersebut tidak begitu baik.
“Saat itu kondisi penumpang memprihatinkan. Di tengah jalan, dia sesak nafas, saya langsung pinggirkan mobil dulu terus membuka jendela mobil. Lalu mengambil tabung oksigen di bagasi milik penumpang yang dibawa dari rumahnya. Sebenarnya sempat panik juga, tapi saya beranikan diri memasangkan selang oksigen,” ujar pria yang kerap disapa Eka.
Setelah menolong warga sesak nafas, Eka yang telah divaksinasi COVID-19 berinisiatif untuk melarikan penumpang tersebut ke rumah sakit terdekat. Hal tersebut dilakukan lantaran kondisi penumpang sudah tidak memungkinkan untuk bertahan sampai ke rumah sakit sesuai orderan yang diterima melalui aplikasi Grab.
“Saya bersyukur dapat menolong kedua penumpang tersebut, apalagi kondisi mereka gawat. Saya terharu waktu mereka berterima kasih sampai berkali-kali karena katanya sempat khawatir ordernya akan ditolak. Mudah-mudahan pasien-pasien COVID-19 lainnya tidak mengalami kesulitan jika harus ke rumah sakit,” ungkapnya.
Di antara pengalamannya menolong penumpang sesak nafas, dia pun bercerita tentang beberapa kali membantu proses persalinan di dalam mobilnya. Sebuah pengalaman yang akan sulit dia lupakan.
“Saya sudah tiga kali menolong penumpang yang akan melahirkan. Waktu itu masih awal-awal pandemi. Penumpang saya keadaannya nggak bisa lagi menempuh jarak ke rumah sakit sesuai aplikasi, karena sudah ada pembukaan dan air ketuban pecah, bahkan sudah terlihat bagian kepala bayinya. Saya langsung carikan tempat bersalin terdekat supaya segera dapat ditangani dokter,” kisahnya.
Lihat Juga :