Ekonomi Terpuruk, PKL Kibarkan Puluhan Bendera Putih di Sepanjang Malioboro
Jum'at, 30 Juli 2021 - 13:31 WIB
loading...
Tidak kuat hadapi kebijakan PPKM, pedagang Malioboro akhirnya menyerah dan mengibarkan puluhan bendera putih di sepanjang jalan Malioboro, Yogykarta. Foto SINDOnews
A
A
A
YOGYAKARTA - Tidak kuat hadapi kebijakan PPKM , pedagang Malioboro akhirnya menyerah dan mengibarkan puluhan bendera putih di sepanjang jalan Malioboro, Yogykarta . Aksi pemasangan bendera putih tersebut sebagai simbol berkabung atas kondisi perekonomian pedagang yang semakin terpuruk.
Desio Hartono Wati, Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro mengatakan, meski saat ini pedagang sudah kembali di-izinkan berjualan, namun pedagang banyak yang memilih untuk tidak berjualan. Baca juga: 10 Hari PPKM, DIY Makin Parah, Sehari Tambah 2.731 Kasus COVID-19
“Karena modal yang dimiliki habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, akses jalan Malioboro yang masih dibuka tutup membuat kondisi Malioboro masih sangat sepi dari para wisatawan,” kata Desio, Jumat (30/7/2021).
Seperti pedagang angkringan misalnya, apabila tetap berjualan, mereka juga hanya bergantung pembeli dari sesama pedagang lain untuk sekedar kembali moda.
Kebijakan pembatasan yang dilakukan secara total ini juga membuat para pedagang akhirnya menyerah dan memasang bendera putih di sepanjang jalan Malioboro.Baca juga: 4 Hari Berturut-turut, Penambahan Kasus COVID-19 di Bantul Lebih 1.000
Sementara itu, para pedagang juga berharap adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah, karena kebijakan PPKM telah membuat ekonomi di kawasan Malioboro lumpuh total.
Desio Hartono Wati, Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro mengatakan, meski saat ini pedagang sudah kembali di-izinkan berjualan, namun pedagang banyak yang memilih untuk tidak berjualan. Baca juga: 10 Hari PPKM, DIY Makin Parah, Sehari Tambah 2.731 Kasus COVID-19
“Karena modal yang dimiliki habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, akses jalan Malioboro yang masih dibuka tutup membuat kondisi Malioboro masih sangat sepi dari para wisatawan,” kata Desio, Jumat (30/7/2021).
Seperti pedagang angkringan misalnya, apabila tetap berjualan, mereka juga hanya bergantung pembeli dari sesama pedagang lain untuk sekedar kembali moda.
Kebijakan pembatasan yang dilakukan secara total ini juga membuat para pedagang akhirnya menyerah dan memasang bendera putih di sepanjang jalan Malioboro.Baca juga: 4 Hari Berturut-turut, Penambahan Kasus COVID-19 di Bantul Lebih 1.000
Sementara itu, para pedagang juga berharap adanya bantuan dan perhatian dari pemerintah, karena kebijakan PPKM telah membuat ekonomi di kawasan Malioboro lumpuh total.
(don)
Lihat Juga :