10 Hari PPKM, DIY Makin Parah, Sehari Tambah 2.731 Kasus COVID-19
Selasa, 13 Juli 2021 - 19:08 WIB
loading...
DIY mencatat rekor baru lonjakan kasus dengan penambahan 2.731 kasus, meski kini telah 10 hari menerapkan PPKM darurat. Foto: Dok/SINDONews
A
A
A
YOGYAKARTA - Pelaksaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah 10 hari dijalankan. Namun justru terjadi penambahan kasus yang cukup besar pada hari ini , Selasa (13/7/2021).
Kepala bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji mengatakan, untuk penambahan kasus COVID-19 hari ini memang kembali memecahkan rekor. “Hari ini ada tambahan kasus baru sebanyak 2.731," terangnya di Yogyakarta, Selasa (13/7/2021).
Baca juga: Dukung Penutupan Exit Tol 16-22 Juli, Ganjar Titip 2 Pesan ke Kapolda Jateng
Diakuinya, jumlah kasus hari ini memamg melonjak jauh. Hari sebelumnya (12/7/2021), jumlah warga terpapar dalam satu hari sebanyak 1.731." Jadi bertambah 1000," ulasnya.
Dengan penambahan kasus ini total kasus terkonfirmasi positif di DIY menjadi 80.725 kasus. Distribusi kasus terkonfirmasi COVID-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota diantaranya untuk Kota Yogyakarta 666 kasus, Bantul 899 kasus, Kulonprogo 198 kasus, Gunungkidul 461 kasus dan Sleman 507 kasus.
Kepala bagian Humas Biro Umum Humas dan Protokol Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji mengatakan, untuk penambahan kasus COVID-19 hari ini memang kembali memecahkan rekor. “Hari ini ada tambahan kasus baru sebanyak 2.731," terangnya di Yogyakarta, Selasa (13/7/2021).
Baca juga: Dukung Penutupan Exit Tol 16-22 Juli, Ganjar Titip 2 Pesan ke Kapolda Jateng
Diakuinya, jumlah kasus hari ini memamg melonjak jauh. Hari sebelumnya (12/7/2021), jumlah warga terpapar dalam satu hari sebanyak 1.731." Jadi bertambah 1000," ulasnya.
Dengan penambahan kasus ini total kasus terkonfirmasi positif di DIY menjadi 80.725 kasus. Distribusi kasus terkonfirmasi COVID-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota diantaranya untuk Kota Yogyakarta 666 kasus, Bantul 899 kasus, Kulonprogo 198 kasus, Gunungkidul 461 kasus dan Sleman 507 kasus.
Lihat Juga :