ACC Minta Polisi Konsisten dan Profesional Tangani Kasus Korupsi RS Batua
Jum'at, 30 Juli 2021 - 07:54 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan penyidik Subdit Tipikor Polda Sulsel harus terus mengungkap aktor dibalik dugaan korupsi RS Batua yang menelan kerugian negara sampai dua puluhan miliar ini. "Penyidik harus berani mengungkap semua pihak yang terlibat hingga aktor intelektual kasus korupsi tersebut," ujarnya.
Lebih jauh, Angga menilai jika memang penyidik sudah melakukan gelar perkara, para tersangka yang belum diekspos identitasnya harus disangkakan pasal dengan hukum maksimal. "Karena dampak korupsinya sangat luas," tegasnya.
Sebelumnya Mantan Auditor BPK Sulsel , Bastian Lubis berpandangan dari nilai kerugian puluhan miliar tersebut, ada beberapa pihak yang bisa diprediksi masuk dalam lingkaran tersangka dan memiliki andil penting dalam pembangunan rumah sakit yang menelan anggaran Rp25,5 miliar.
"Pasti itu kuasa pengguna anggaran atau KPA, terus pejabat pembuat komitmen atau PPK, terus konsultan pengawas, habis itu kontraktor. Nanti dikaitkan lagi dengan proses lelang, benar atau tidak, kalau tidak benar, kena juga ULP (unit layanan pengadaan," kata Bastian SINDOnews.
Baca Juga: Polisi Sebut Kerugian Negara Proyek RS Batua Capai Puluhan Miliar
Dia menambahkan kalau ditemukan total lost, menandakan kerugian negara lebih dari pada kontraknya. "Makanya untuk biaya bongkarnya juga ada, ini kalau sudah konstruksi tidak bisa diapa-apakan dan itu termasuk kerugian lagi, yah harus dirobohkan itu (bangunan RS Batua)," tegas Bastian.
Lebih jauh rektor Universitas Patria Artha (UPA) itu menilai Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar yang menjabat saat itu juga harus masuk radar. "Yah kalau Kadinkes sebagai KPA, yah dia harus tanggung jawab, kan itu terbukti merugikan negara," imbuhnya.
Lebih jauh, Angga menilai jika memang penyidik sudah melakukan gelar perkara, para tersangka yang belum diekspos identitasnya harus disangkakan pasal dengan hukum maksimal. "Karena dampak korupsinya sangat luas," tegasnya.
Sebelumnya Mantan Auditor BPK Sulsel , Bastian Lubis berpandangan dari nilai kerugian puluhan miliar tersebut, ada beberapa pihak yang bisa diprediksi masuk dalam lingkaran tersangka dan memiliki andil penting dalam pembangunan rumah sakit yang menelan anggaran Rp25,5 miliar.
"Pasti itu kuasa pengguna anggaran atau KPA, terus pejabat pembuat komitmen atau PPK, terus konsultan pengawas, habis itu kontraktor. Nanti dikaitkan lagi dengan proses lelang, benar atau tidak, kalau tidak benar, kena juga ULP (unit layanan pengadaan," kata Bastian SINDOnews.
Baca Juga: Polisi Sebut Kerugian Negara Proyek RS Batua Capai Puluhan Miliar
Dia menambahkan kalau ditemukan total lost, menandakan kerugian negara lebih dari pada kontraknya. "Makanya untuk biaya bongkarnya juga ada, ini kalau sudah konstruksi tidak bisa diapa-apakan dan itu termasuk kerugian lagi, yah harus dirobohkan itu (bangunan RS Batua)," tegas Bastian.
Lebih jauh rektor Universitas Patria Artha (UPA) itu menilai Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar yang menjabat saat itu juga harus masuk radar. "Yah kalau Kadinkes sebagai KPA, yah dia harus tanggung jawab, kan itu terbukti merugikan negara," imbuhnya.
Lihat Juga :