Kejar Herd Immunity, Ridwan Kamil Desak Pusat Percepat Distribusi Vaksin COVID-19
Kamis, 29 Juli 2021 - 19:23 WIB
loading...
A
A
A
"Sudah (vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga kesehatan). Ada di beberapa rumah sakit, salah satunya di Rumah Sakit Mata Cicendo, sudah melakukan vaksinasi dosis tiga menggunakan vaksin dari moderna," ungkapnya.
Adapun vaksinasi dosis ketiga bagi masyarakat umum, Kang Emil mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil analisa dari pemerintah pusat.
"Kami menunggu analisa dari pemerintah pusat karena urusan beli membeli (vaksin COVID-19) kewenangannya ada di pusat. Jadi, kalau diputuskan harus ada booster harus disipakan sejumlah yang sama. Khusus untuk dosis ketiga ini kita dahulukan dan sudah dimulai untuk nakes," terangnya.
Disinggung soal pencairan insentif bagi tenaga kesehatan, Kang Emil mengungkapkan bahwa saat ini, hampir 50 persen anggaran insentif tenaga kesehatan telah dicairkan. Meski begitu, Kang Emil mengakui, ada beberapa persoalan yang membuat pencairan insentif sempat terhambat.
"Dari kemarin yang sempat ramai itu karena rumah sakit itu telat menyampaikan permohonan (pengajuan), mungkin karena sibuk kedaruratan. Jadi, bukan pemprov telat bayar, tapi tagihannya tidak ada," sebutnya.
Lewat asistensi yang telah dilakukan kepada pihak rumah sakit, kata Kang Emil, pencairan insentif tenaga kesehatan sudah jauh lebih baik di mana 50 persennya sudah tersalurkan dari sebelumnya yang hanya sekitar 17 persen.
"Kami akan terus membina rumah sakit untuk disiplin waktu dalam mengajukan usulan insentif nakes. Kasihan mereka (nakes) sudah di depan bekerja," katanya.
Adapun vaksinasi dosis ketiga bagi masyarakat umum, Kang Emil mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil analisa dari pemerintah pusat.
"Kami menunggu analisa dari pemerintah pusat karena urusan beli membeli (vaksin COVID-19) kewenangannya ada di pusat. Jadi, kalau diputuskan harus ada booster harus disipakan sejumlah yang sama. Khusus untuk dosis ketiga ini kita dahulukan dan sudah dimulai untuk nakes," terangnya.
Disinggung soal pencairan insentif bagi tenaga kesehatan, Kang Emil mengungkapkan bahwa saat ini, hampir 50 persen anggaran insentif tenaga kesehatan telah dicairkan. Meski begitu, Kang Emil mengakui, ada beberapa persoalan yang membuat pencairan insentif sempat terhambat.
"Dari kemarin yang sempat ramai itu karena rumah sakit itu telat menyampaikan permohonan (pengajuan), mungkin karena sibuk kedaruratan. Jadi, bukan pemprov telat bayar, tapi tagihannya tidak ada," sebutnya.
Lewat asistensi yang telah dilakukan kepada pihak rumah sakit, kata Kang Emil, pencairan insentif tenaga kesehatan sudah jauh lebih baik di mana 50 persennya sudah tersalurkan dari sebelumnya yang hanya sekitar 17 persen.
"Kami akan terus membina rumah sakit untuk disiplin waktu dalam mengajukan usulan insentif nakes. Kasihan mereka (nakes) sudah di depan bekerja," katanya.
(shf)
Lihat Juga :