Usai Donorkan Plasma Konvalesen, Wali Kota Salatiga Bilang Begini
Kamis, 29 Juli 2021 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Ustaz Ma'had Tahfizhul Quran As Surkati Salatiga, Ahmad Ayatul Yaqin menuturkan, setelah dinyatakan sembuh dan negatif COVID-19, mereka dihubungi oleh PMI Solo. Pihak PMI menawarkan kepada para santri dan ustaz untuk menjadi donor plasma konvalesen.
"Kami pun mempertimbangkan tawaran itu. Akhirnya kami setujui. Melalui donor darah ini, kami bisa membantu masyarakat yang membutuhkan donor plasma," tuturnya.
Mulai Februari 2021, mereka mulai mendonorkan plasma konvalesen. Saat itu dilakukan penyaringan lagi dan hanya 30 orang yang darahnya bisa didonorkan. "Pengecekannya meliputi kondisi fisik, berat badan, usia dan beberapa lainnya," ujarnya.
Setelah proses awal itu, donor plasma dilakukan rutin setiap bulan. Donor plasma konvalesen sedikit berbeda dengan donor darah biasa. Dibutuhkan waktu lebih lama, yakni kisaran 50-60 menit untuk mengambil.
"Kami pun mempertimbangkan tawaran itu. Akhirnya kami setujui. Melalui donor darah ini, kami bisa membantu masyarakat yang membutuhkan donor plasma," tuturnya.
Mulai Februari 2021, mereka mulai mendonorkan plasma konvalesen. Saat itu dilakukan penyaringan lagi dan hanya 30 orang yang darahnya bisa didonorkan. "Pengecekannya meliputi kondisi fisik, berat badan, usia dan beberapa lainnya," ujarnya.
Setelah proses awal itu, donor plasma dilakukan rutin setiap bulan. Donor plasma konvalesen sedikit berbeda dengan donor darah biasa. Dibutuhkan waktu lebih lama, yakni kisaran 50-60 menit untuk mengambil.
(shf)
Lihat Juga :