Waduh, Kemensos Sebut Beras BPNT di Majalengka Kurang Baik, Kok Bisa?
Kamis, 29 Juli 2021 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Dijelaskan Haruman, dilihat dari sisi kualitas, untuk kelas premium derajat patahnya beras seharusnya berada di kisaran 5 sampai 10 persen. Namun, dari hasil Sidak, ditemukan derajat patah beras di atas itu.
"Tadi kalau melihat patahnya, banyak patahnya. Harusnya kan utuhnya 95 persen, tapi (tadi) banyak patahnya. Kalau kita saring, prosentasenya tinggi pasti, tapi kita nggak akan sejauh itu. Cuma mengingatkan kedepannya untuk diperbaiki," ungkapnya.
Untuk komposisi lain, jelas dia, seperti kandungan karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan vitamin serta mineral relatif memadai. Namun, dia berpesan agar untuk sejumlah item bisa menggandeng pengusaha lokal. "Tahu-tempe itu bisa memberdayakan produksi pengusaha setempat," papar dia.
Sementara, di Kabupaten Majalengka terdapat sebanyak 88.131 KK yang masuk sebagai KPM dalam program BPNT itu. Jumlah sebanyak itu seperti yang tercatat dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) berdasarkan Keputusan Kemensos tahun 2020 lalu.
"Tadi kalau melihat patahnya, banyak patahnya. Harusnya kan utuhnya 95 persen, tapi (tadi) banyak patahnya. Kalau kita saring, prosentasenya tinggi pasti, tapi kita nggak akan sejauh itu. Cuma mengingatkan kedepannya untuk diperbaiki," ungkapnya.
Untuk komposisi lain, jelas dia, seperti kandungan karbohidrat, protein hewani, protein nabati dan vitamin serta mineral relatif memadai. Namun, dia berpesan agar untuk sejumlah item bisa menggandeng pengusaha lokal. "Tahu-tempe itu bisa memberdayakan produksi pengusaha setempat," papar dia.
Sementara, di Kabupaten Majalengka terdapat sebanyak 88.131 KK yang masuk sebagai KPM dalam program BPNT itu. Jumlah sebanyak itu seperti yang tercatat dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) berdasarkan Keputusan Kemensos tahun 2020 lalu.
(shf)
Lihat Juga :