Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Cegah Kematian Pasien Isoman, Pemkab Bekasi Buka Tempat Isolasi Terpusat

loading...
Cegah Kematian Pasien Isoman, Pemkab Bekasi Buka Tempat Isolasi Terpusat
Pemerintah Kabupaten Bekasi menyediakan lokasi isolasi terpusat bagi warganya untuk menekan laju penyebaran COVID-19 dan mencegah kamatian pasien isoman. Foto istimewa
CIKARANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menyediakan lokasi isolasi terpusat bagi warganya untuk menekan laju penyebaran COVID-19 dan mencegah kamatian pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman). Rumah isolasi terpusat yang mampu menampung 660 bed untuk pasien dan nakes ini terletak di Kawasan Industri Jababeka, tepatnya di New Beverly Hills, Cikarang.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan dalam peresmian yang berlangsungRabu (28/7/2021) mengatakan, pusat isolasi tersebut diprioritaskan bagi bagi karyawan yang bekerja di seluruh Kawasan Industri di Kabupaten Bekasi. Menurut data, lebih dari 60 persen kasus COVID-19 Pemkab Bekasi didominasi oleh karyawan pabrik. Baca juga: Isoman di Rumah, 1.500 Warga Kembangan Dapat Konsultasi dan Bantuan Vitamin Gratis

"Kami bersinergi dengan semua pemangku kepentingan, terutama Apindo yang akhirnya terwujud tempat isolasi terpusat ini. Semuanya akan terintegrasi, dan tidak perlu menunggu waktu lama bagi pasien yang terpapar," kata Kombes Hendra.

Selain mendirikan tempat isolasi terpusat, Pemkab Bekasi juga meluncurkan gerakan Berani (Bekasi Berantas Pandemi) yang bertujuan untuk menurunkan tingkat penularan COVID-19. Gerakan Berani ini dilakukan dengan tiga T, yaitu pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). "Selain itu akan digencarkan vaksinasi bagi masyarakat sehingga targetnya tiga sampai empat bulan kedepan akan tercipta herd immunity di Bekasi," pungkasnya.



Menurut Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan,tempat isolasi terpusat juga untuk mencegah kasus kematian pasien isolasi mandiri (isoman). Menurutnya, kenaikan kasus kematian dari pasien yang menjalani isoman di rumah, terjadi lantaran kondisinya tidak memadai. Baca juga: Viral, Pasien Isoman Covid-19 Makan Bakso Keliling di Jakarta Barat

Ramdan mengatakan, 80 persen pasien yang isoman mengalami penurunan kondisi sehingga saat masuk ke rumah sakit sudah terlanjur parah kondisinya. "Yang terpapar COVID-19 sebagian besar atau sekitar 80 persen adalah yang menjalaniisolasi mandiri di rumah yang tidak semuanya memadai. Masuk rumah sakit sudah telat, sehingga terjadi naiknya angka kematian," ungkapnya.

Karena itu, Pemkab Bekasi memfasilitasi pasien yang terpapar COVID-19 di tempat isolasi secara terpusat. "Dana CSR itu nanti dikelola oleh Apindo untuk menyelenggarakan pusat isolasi mandiri. Sehingga karyawan (yang terpapar) nanti isolasinya di sana, tidak di rumahnya, yang dikhawatirkan tidak memadai sebagai tempat isoman," tutupnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top