Owner Wisata di KBB Menjerit, Jual Belasan Koleksi Burung Macaw untuk Gaji Karyawan
Rabu, 28 Juli 2021 - 06:43 WIB
loading...
A
A
A
Yang kini tinggal tersisa adalah burung-burung kecil seperti Jalak Bali dan Rusa. "Semoga kondisi cepat pulih, COVID-19 hilang jadi wisata kembali normal. Karena kalau terus begini sulit bagi pelaku usaha wisata untuk bertahan," tuturnya. Baca juga: Kabar Buruk bagi Pelaku Wisata di KBB, Penutupan Diperpanjang 2 Pekan
Dirinya juga sudah mengurangi karyawan untuk dirumahkan sementara dari asalnya sekitar 200-300 orang, kini tinggal di kisaran 100 orang. Sebab tidak kuat untuk membayar gaji karyawan yang totalnya mencapai lebih dari Rp500 juta/bulannya.
Hal lainnya, sambung dia, pembayaran pajak ke Pemda KBB juga harus ditangguhkan sementara. Hal itu terjadi sejak Desember 2020 hingga Mei 2021. Surat resmi sudah dilayangkan ke Pemda KBB untuk menunda pembayaran pajak. Namun hal itu kembali akan dibayar ketika objek wisatanya sudah beroperasi lagi.
"Pajak daerah dari Desember, Januari sampai Mei belum dibayar. Yang Juni saya bayar, tapi dikenai denda. Soalnya lagi susah, pajak yang dibayar kan dari pemasukan konsumen atau pengunjung, kalau usahanya tutup ya gimana," keluhnya.
Dirinya juga sudah mengurangi karyawan untuk dirumahkan sementara dari asalnya sekitar 200-300 orang, kini tinggal di kisaran 100 orang. Sebab tidak kuat untuk membayar gaji karyawan yang totalnya mencapai lebih dari Rp500 juta/bulannya.
Hal lainnya, sambung dia, pembayaran pajak ke Pemda KBB juga harus ditangguhkan sementara. Hal itu terjadi sejak Desember 2020 hingga Mei 2021. Surat resmi sudah dilayangkan ke Pemda KBB untuk menunda pembayaran pajak. Namun hal itu kembali akan dibayar ketika objek wisatanya sudah beroperasi lagi.
"Pajak daerah dari Desember, Januari sampai Mei belum dibayar. Yang Juni saya bayar, tapi dikenai denda. Soalnya lagi susah, pajak yang dibayar kan dari pemasukan konsumen atau pengunjung, kalau usahanya tutup ya gimana," keluhnya.
(don)
Lihat Juga :