Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Minggu, 25 Juli 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Baturusa tersebut tempat yang paling aman bagi rusa untuk melahirkan anaknya. Sebab, di wilayah itu sangat banyak binatang buas lainnya yang siap memangsa anak rusa.”Mungkin, di dalam batu besar tersebut dianggap tempat yang paling aman untuk melahirkan anak, karena sebelum hutan di daerah ini dibuka, sangat banyak binatang buas, seperti harimau”tuturnya.
Meski Baturusa berada di laut lepas, namun, memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berkunjung. Karena air laut di tempat itu selalu dangkal dan tidak pernah. “Namun, kalau sudah sore, terutama pada saat Magrib dianjurkan untuk tidak ke batu tersebut, karena banyak hal-hal mungkin terjadi yang tidak nampak oleh mata,”imbuhnya. Baca: Kisah Buaya Kuning Penjaga dan Suku Dayak Tunjung.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1994, pemerintah membuka akses jalan nasional ke tempat itu. Baturusa menjadi salah satu tujuan objek wisata favorit di kawasan Sumatera Utara, terutama di Mandailing Natal. Pasirnya yang putih ditambah banyaknya spot pemandangan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang ke tempat itu.
Untuk sampai ke Baturusa, alangkah baiknya memilih jalur Pantai Barat. Para pengunjung terlebih dahulu harus melewati daerah Batangtoru, Simataniari, Rianiate, Danau Siais, Kabupaten Tapanuli Selatan. Perjalanan akan semakin dekat terasa ketika memasuki Desa Batumundom, yang menjadi perbatasan antara Kabupaten Mandailing Natal dan Tapsel.
Dari Batumundom, hanya membutuhkan 1 jam perjalanan ke Baturusa. Sebelum sampai ke tampat itu, pengunjung akan melewati sejumlah desa seperti, Sikapas dan Singkuang. Baca Juga: Tiong Hwa Ie Sia, Kisah Perjuangan Warga Tionghoa Melawan Pagebluk dan Kolonialisme.
Meski Baturusa berada di laut lepas, namun, memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berkunjung. Karena air laut di tempat itu selalu dangkal dan tidak pernah. “Namun, kalau sudah sore, terutama pada saat Magrib dianjurkan untuk tidak ke batu tersebut, karena banyak hal-hal mungkin terjadi yang tidak nampak oleh mata,”imbuhnya. Baca: Kisah Buaya Kuning Penjaga dan Suku Dayak Tunjung.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1994, pemerintah membuka akses jalan nasional ke tempat itu. Baturusa menjadi salah satu tujuan objek wisata favorit di kawasan Sumatera Utara, terutama di Mandailing Natal. Pasirnya yang putih ditambah banyaknya spot pemandangan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang ke tempat itu.
Untuk sampai ke Baturusa, alangkah baiknya memilih jalur Pantai Barat. Para pengunjung terlebih dahulu harus melewati daerah Batangtoru, Simataniari, Rianiate, Danau Siais, Kabupaten Tapanuli Selatan. Perjalanan akan semakin dekat terasa ketika memasuki Desa Batumundom, yang menjadi perbatasan antara Kabupaten Mandailing Natal dan Tapsel.
Dari Batumundom, hanya membutuhkan 1 jam perjalanan ke Baturusa. Sebelum sampai ke tampat itu, pengunjung akan melewati sejumlah desa seperti, Sikapas dan Singkuang. Baca Juga: Tiong Hwa Ie Sia, Kisah Perjuangan Warga Tionghoa Melawan Pagebluk dan Kolonialisme.
(nag)
Lihat Juga :