Tangis Pekerja Migran Tertumpah di Ruang Karantina, Saat Bayi Perempuannya Terlahir Normal
Kamis, 22 Juli 2021 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
"Kami siapkan air hangat dan mencarikan kain sarung karena seprei sudah banyak darah. Karena di Asrama Haji, maka kami beli di koperasi kain ihram yang biasa digunakan untuk orang haji. Alhamdulillah prosesnya lancar dan bayi perempuan lahir sekitar pukul 08.20 WIB," ujarnya.
Baca juga: Sadis, Pria di Makassar Tewas Bersimbah Darah Usai Ditombak dan Dikeroyok 4 Anggota Keluarganya
Saat dilahirkan si bayi perempuan itu sempat terlilit tali pusar. Ada tiga lilitan di leher bayi, namun bisa diatasi oleh dokter yang membantu proses persalinan . “Kami merasa lega karena akhirnya bayinya bisa menangis," tuturnya.
Selanjutnya, dia bersama dokter membersihkan sang bayi dan membalutnya dengan kain ihram. Namun, bayi perempuan yang masih berusia delapan bulan kandungan itu juga masih dalam kondisi lemah. Untuk membantu perawatan intensif maka ia merujuk bayi ke Rumah Sakit Haji. "Kami rujuk ke sebelah (RS Haji) karena lahir prematur maka perlu dirawat dengan inkubator," pungkasnya.
Baca juga: Sadis, Pria di Makassar Tewas Bersimbah Darah Usai Ditombak dan Dikeroyok 4 Anggota Keluarganya
Saat dilahirkan si bayi perempuan itu sempat terlilit tali pusar. Ada tiga lilitan di leher bayi, namun bisa diatasi oleh dokter yang membantu proses persalinan . “Kami merasa lega karena akhirnya bayinya bisa menangis," tuturnya.
Selanjutnya, dia bersama dokter membersihkan sang bayi dan membalutnya dengan kain ihram. Namun, bayi perempuan yang masih berusia delapan bulan kandungan itu juga masih dalam kondisi lemah. Untuk membantu perawatan intensif maka ia merujuk bayi ke Rumah Sakit Haji. "Kami rujuk ke sebelah (RS Haji) karena lahir prematur maka perlu dirawat dengan inkubator," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :