Dinkes Catat Ada 187.000 Anak Usia 12-17 Tahun Jadi Target Vaksinasi COVID-19
Rabu, 21 Juli 2021 - 21:07 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, lanjut dia, tempat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun masih bercampur dengan orang dewasa dan lansia. Yakni di setiap fasilitas kesehatan hingga sentra vaksinasi yang digelar setiap instansi termasuk Dinkes Bandung Barat.
"Pelaksanaannya masih campur, tapi kedepannya akan ada gebyar vaksinasi khusus untuk anak. Makanya kami akan koordinasi dulu dengan Disdik untuk sinkronisasi data yang mereka punya," tuturnya.
Sejauh ini pihaknya belum menerima ada laporan soal anak yang sudah menjalani vaksinasi COVID-19 dan mengalami efek samping usai vaksinasi. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan keyakinan orang tua untuk mendukung vaksinasi COVID-19 bagi anak-anak mereka.
Terlebih vaksinasi COVID-19 pada anak-anak menjadi salah satu upaya meningkatkan kekebalan tubuh dan menghindarkan potensi paparan virus. Melalui edukasi yang disampaikan dengan melibatkan lintas bidang dan program, diharapkan bisa jadi bekal dan meyakinkan orang tua agar mendukung vaksinasi ke anaknya.
"Permasalahan ada yang menolak karena gak paham dan banyak menyerap berita hoaks. Padahal ini penting untuk meningkatkan kekebalan pada anak dan sebagai persiapan mereka sekolah tatap muka," ujarnya
"Pelaksanaannya masih campur, tapi kedepannya akan ada gebyar vaksinasi khusus untuk anak. Makanya kami akan koordinasi dulu dengan Disdik untuk sinkronisasi data yang mereka punya," tuturnya.
Sejauh ini pihaknya belum menerima ada laporan soal anak yang sudah menjalani vaksinasi COVID-19 dan mengalami efek samping usai vaksinasi. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan keyakinan orang tua untuk mendukung vaksinasi COVID-19 bagi anak-anak mereka.
Terlebih vaksinasi COVID-19 pada anak-anak menjadi salah satu upaya meningkatkan kekebalan tubuh dan menghindarkan potensi paparan virus. Melalui edukasi yang disampaikan dengan melibatkan lintas bidang dan program, diharapkan bisa jadi bekal dan meyakinkan orang tua agar mendukung vaksinasi ke anaknya.
"Permasalahan ada yang menolak karena gak paham dan banyak menyerap berita hoaks. Padahal ini penting untuk meningkatkan kekebalan pada anak dan sebagai persiapan mereka sekolah tatap muka," ujarnya
(msd)
Lihat Juga :