Jalan Poros Trans Sulawesi di Luwu Kembali Ambles
Rabu, 21 Juli 2021 - 13:25 WIB
loading...
Koordinator lapangan Balai Besar Jalan Nasional, Baso menunjukkan kondisi jalan yang amblas di Desa Salu Paremang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu. Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Jalan poros trans Sulawesi tepatnya di Desa Salu Paremang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu kembali ambles beberapa hari lalu. Kondisi ini memperlebar kerusakan yang semula hanya bahu jalan yang retak, kini sudah hampir separuh jalan aspal.
Pantauan SINDOnews di lokasi, ada sekira 70-an meter jalan yang mengalami ambles susulan. Pihak Balai Besar Jalan Nasional, pun kembali turun memantau kondisi di lapangan.
Baca juga:Tanah Amblas di Luwu Nyaris Putus Jalan Trans Sulawesi
Koordinator lapangan Balai Besar Jalan Nasional, Baso saat ditemui di lokasi, menjelaskan pihaknya akan melakukan penanganan jalan ini tahun 2022.
"Kami dari balai akan melakukan penanganan tahun depan, 2022, berupa pemasangan turap sepanjang kurang lebih 100 meter. Turap ini menggunakan pohon kelapa," ujarnya, Rabu (21/7).
"Pekerjaannya dimulai tahun depan, estimasi anggaran sekitar Rp500 juta. Teman-teman sudah bekerja saat ini mencari materialnya, ada sekira 300 pohon kelapa yang akan digunakan dalam pekerjaan ini," ujarnya.
Menurut Baso, pihaknya tak menggunakan turap betonkarenapersoalan anggaran yang tidak memungkinkan, sehingga penanganan jalan poros ini hanya diberikan anggaran sebesar Rp500 juta saja tahun 2022 mendatang.
Baca juga:Sempat Viral, Keluarga Miskin di Luwu Dapat Bantuan
Untuk diketahui, poros nasional atau jalan trans Sulawesi yang amblas ini merupakan satu-satunya jalur penghubung kabupaten dan kota di Luwu Raya.
Sehingga dipastikan, jika jalan ini putus maka ruas pergerakan ekonomi masyarakat akan putus khususnya di Luwu Raya. Kepada SINDOnews, Bupati Luwu, Basmin Mattayang , mendesak pihak balai untuk segera melakukan penanganan serius.
"Jika tidak dikerja baik kemungkinan akan amblas lagi. Sehingga kami mendesak pihak balai untuk segera melakukan penanganan serius, harus diturap sesegera mungkin," katanya
Bupati Luwu dua periode ini khawatir jika lambat ditangani, jalan trans Sulawesi di Luwu ini akan putus dan akan berdampak kerugian besar, bukan hanya terhadap masyarakat di Luwu Raya, tetapi Sulawesi umumnya.
Baca juga:ASN di Luwu Diminta Jadi Contoh untuk Penerapan Protokol Kesehatan
"Sebagai pemerintah di Kabupaten Luwu, kami meminta pihak balai segera melakukan penanganan. Kehawatiran kami kerusakan jalan bisa makin melebar dan menelan korban," katanya.
Terkait penanganan jalan ini, Bupati Luwu menyatakan kesiapannya membantu meskipun wilayah ini menjadi area kebijakan atau tanggung jawab pihak balai.
" Pemkab Luwu siap bantu pihak balai sesuai petunjuk aturan. Karena memang ini menjadi kewenangan pihak balai, namun sebagai pemerintah setempat tentu tanggung jawab moril pasti kami akan turun membantu," kuncinya.
Untuk diketahui, aktivitas tanah amblas atau tanah bergerak sebelumnya terjadi di Desa Salu Paremang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu pada Selasa 13 Juli siang lalu.
Baca juga:Aspal DAK Rampung, PUPR Lanjut Pengaspalan DID Rp20,5 Miliar
Fenomena alam ini menyebabkan terbelahnya tanah yang diperkirakan mencapai panjang 100 meter. Titik kejadian tepat di poros trans Sulawesi, sehingga membelah bahu jalan dan menyebabkan aspal retak.
Beruntung kejadian ini tidak menyebabkan korban jiwa. Pasca kejadian, Satlantas Polres Luwu , langsung melakukan pengaturan lalu lintas satu jalur guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan.
Pantauan SINDOnews di lokasi, ada sekira 70-an meter jalan yang mengalami ambles susulan. Pihak Balai Besar Jalan Nasional, pun kembali turun memantau kondisi di lapangan.
Baca juga:Tanah Amblas di Luwu Nyaris Putus Jalan Trans Sulawesi
Koordinator lapangan Balai Besar Jalan Nasional, Baso saat ditemui di lokasi, menjelaskan pihaknya akan melakukan penanganan jalan ini tahun 2022.
"Kami dari balai akan melakukan penanganan tahun depan, 2022, berupa pemasangan turap sepanjang kurang lebih 100 meter. Turap ini menggunakan pohon kelapa," ujarnya, Rabu (21/7).
"Pekerjaannya dimulai tahun depan, estimasi anggaran sekitar Rp500 juta. Teman-teman sudah bekerja saat ini mencari materialnya, ada sekira 300 pohon kelapa yang akan digunakan dalam pekerjaan ini," ujarnya.
Menurut Baso, pihaknya tak menggunakan turap betonkarenapersoalan anggaran yang tidak memungkinkan, sehingga penanganan jalan poros ini hanya diberikan anggaran sebesar Rp500 juta saja tahun 2022 mendatang.
Baca juga:Sempat Viral, Keluarga Miskin di Luwu Dapat Bantuan
Untuk diketahui, poros nasional atau jalan trans Sulawesi yang amblas ini merupakan satu-satunya jalur penghubung kabupaten dan kota di Luwu Raya.
Sehingga dipastikan, jika jalan ini putus maka ruas pergerakan ekonomi masyarakat akan putus khususnya di Luwu Raya. Kepada SINDOnews, Bupati Luwu, Basmin Mattayang , mendesak pihak balai untuk segera melakukan penanganan serius.
"Jika tidak dikerja baik kemungkinan akan amblas lagi. Sehingga kami mendesak pihak balai untuk segera melakukan penanganan serius, harus diturap sesegera mungkin," katanya
Bupati Luwu dua periode ini khawatir jika lambat ditangani, jalan trans Sulawesi di Luwu ini akan putus dan akan berdampak kerugian besar, bukan hanya terhadap masyarakat di Luwu Raya, tetapi Sulawesi umumnya.
Baca juga:ASN di Luwu Diminta Jadi Contoh untuk Penerapan Protokol Kesehatan
"Sebagai pemerintah di Kabupaten Luwu, kami meminta pihak balai segera melakukan penanganan. Kehawatiran kami kerusakan jalan bisa makin melebar dan menelan korban," katanya.
Terkait penanganan jalan ini, Bupati Luwu menyatakan kesiapannya membantu meskipun wilayah ini menjadi area kebijakan atau tanggung jawab pihak balai.
" Pemkab Luwu siap bantu pihak balai sesuai petunjuk aturan. Karena memang ini menjadi kewenangan pihak balai, namun sebagai pemerintah setempat tentu tanggung jawab moril pasti kami akan turun membantu," kuncinya.
Untuk diketahui, aktivitas tanah amblas atau tanah bergerak sebelumnya terjadi di Desa Salu Paremang, Kecamatan Kamanre, Kabupaten Luwu pada Selasa 13 Juli siang lalu.
Baca juga:Aspal DAK Rampung, PUPR Lanjut Pengaspalan DID Rp20,5 Miliar
Fenomena alam ini menyebabkan terbelahnya tanah yang diperkirakan mencapai panjang 100 meter. Titik kejadian tepat di poros trans Sulawesi, sehingga membelah bahu jalan dan menyebabkan aspal retak.
Beruntung kejadian ini tidak menyebabkan korban jiwa. Pasca kejadian, Satlantas Polres Luwu , langsung melakukan pengaturan lalu lintas satu jalur guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan.
(luq)
Lihat Juga :