PPDB Jalur Zonasi Dikeluhkan, Dewan Sarankan Tambah Sekolah Baru

Rabu, 21 Juli 2021 - 09:08 WIB
loading...
PPDB Jalur Zonasi Dikeluhkan,...
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berakhir. Meski demikian, prosesnya menyisakan sejumlah persoalan di masyarakat. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) berakhir. Meski demikian, prosesnya menyisakan sejumlah persoalan di masyarakat. Warga di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, misalnya.

Mereka mengeluhkan sulitnya mengakses sekolah negeri karena tak ada SMP-SMA Negeri yang dekat dari lokasi tempat tinggal. Hal itu menjadi tantangan bagi anak-anak di sana untuk bisa lulus pada PPDB jalur zonasi . Padahal jalur itu diketahui menyediakan kuota 75 persen.

Salah seorang warga Jalan Sultan Abdullah RT 2 RW 6, Nursiah mengaku sekolah negeri favorit di daerahnya yaitu SMPN 3, SMPN 22 hingga SMPN 7. Ketiganya tidak masuk ke dalam kelurahan Buloa dan berada di titik yang cukup jauh.

"Kita harap sistem zonasi ditiadakan saja karena daerah sini itu jauh, jadi anak-anak sekolah kasian tidak ada yang dikasih ke negeri. Kita minta ditiadakan," harapnya.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Candra Dewi, Nyaris Putus Sekolah Kini Sukses Bisnis Kecantikan

Lurah Buloa, Oddang Nai membenarkan hal tersebut. Persoalan sulitnya masyarakat Buloa memperoleh akses ke negeri bukan lagi persoalan baru. Belakangan pasca-PPDB berakhir, hal ini kian masif dikeluhkan masyarakat ke kelurahan.

"Kalau masalah zonasi memang kita ini di kelurahan Buloa sulit, untuk SMA misalnya, sekolah terdekat itu yah SMA 17 dan SMA 4, cuma kan ada beberapa kelurahan di depannya dan kuota juga terbatas sehingga pada saat warga daftar mereka tidak masuk zonasi," ujarnya kepada SINDOnews.

Sulitnya masyarakat memperoleh akses pendidikan negeri membuat banyak masyarakat di wilayah itu berpotensi putus sekolah .

Oddang mengatakan, kelurahan-kelurahan dengan kondisi seperti ini semestinya memperoleh kebijakan khusus dari pemerintah. Dia menilai, sistem zonasi perlu dievaluasi dengan baik, agar tahun depan persoalan serupa tak lagi terulang.

"Mungkin perlu evaluasi, kalaupun diterapkan kita minta ada perlakuan khusus yang diterapkan dalam keadaan sperti ini," harapnya.

Baca Juga: Sandiaga Apresiasi Video Pelaku Usaha Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar , Abdul Wahab Tahir megatakan harapan masyarakat yang menginginkan ditiadakannya sistem zonasi dianggap sulit lantaran menjadi kebijakan langsung dari pusat.

Meski demikian, pemerintah masih bisa mentaktisi lewat penyediaan sekolah baru atau program regroupping sekolah seperti yang didorong pada masa Pj Wali Kota sebelumnya.

"Seperti Buloa atau Parangloe itu daerah kelurahan padat, tapi jauh dari zonasi. Olehnya kita berharap paling tidak ini dibuat penambahan sekolah atau regroupping, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk sekolah," desak Legislator Golkar tersebut.

Dia mengaku cukup optimis ada perubahan hingga PPDB mendatang, apalagi hal ini telah disampaikan langsung ke Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto.

"Beberapa kali saya sudah sampaikan Pak Wali, Insyaallah ada solusi keinginan anak-anak kita yang secara zonasi tidak menguntungkan, mudah-mudahan ini opsi alternatif dalam rangka meningkatkan layanan sehigga mereka merasa terlayani dengan baik," pungkasnya.

Baca Juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Ekonom: Pemerintah Harus Fokus ke Kesehatan!
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tahap I Diumumkan, Ini...
Tahap I Diumumkan, Ini Aturan Jalur Zonasi PPDB Jabar 2024
Begini Aturan Zonasi...
Begini Aturan Zonasi di PPDB Jabar 2024, Persiapan Daftar Tahap 2
60 Anak di Tulungagung...
60 Anak di Tulungagung Belum Dapat Bangku SMA, RPA Perindo: Pendidikan Hak Semua Anak Indonesia
RPA Perindo Minta Sistem...
RPA Perindo Minta Sistem Zonasi Dalam PPDB Dievaluasi
Prihatin Anak Kesulitan...
Prihatin Anak Kesulitan Masuk SMA Negeri di Tulungagung, Ini yang Dilakukan RPA Perindo
Jawab Persoalan Sistem...
Jawab Persoalan Sistem Zonasi PPDB, Ganjar Bangun Sekolah Vokasi di 17 Kecamatan
Ditolak karena Zonasi,...
Ditolak karena Zonasi, Orang Tua Calon Siswa Ukur Jarak Rumah dengan Sekolah | Sindo Today
3 Perbedaan PPDB Zonasi...
3 Perbedaan PPDB Zonasi dengan SPMB Domisili di Penerimaan Siswa Baru 2025
PPDB Resmi Diganti Jadi...
PPDB Resmi Diganti Jadi SPMB, Mendikdasmen: Bukan Sekedar Nama Baru
Rekomendasi
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved