Refleksi Idul Adha, Kiai Suaib: Tidak Ada Korban Manusia untuk Kepentingan Agama
Selasa, 20 Juli 2021 - 16:49 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya yang ketiga adalah cara umat menghidupkan syiar-syiar agama yang telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebagai wujud solidaritas sesama manusia. Diantaranya berbagi antar sesama, menunjukkankebersamaan dan meninggalkan sifat-sifat yang egois di tengah tengah situasi pandemisekarang ini.
"Ada tiga sosok yang patut kita renungkan pada peristiwa di hari raya Idul Adha ini, yaitu Siti Hajar yang menerima perintah suaminya, Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan anak kesayangannya yakni Nabi Ismail AS yang dengan sabar dan patuh kepada orang tuanya," ucap peraih pasca sarjana dari Islamic University Khartoum, Sudan itu.
Kiai Suaib menyebut bahwa ketiga sosok ini sungguh telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi umat manusia setelahnya. Sehingga hikmah yang dapat dipetik dari tiga sosok yang mulia ini bahwa pengorbanan atas sifat-sifat egoisme akan membuahkan hasil yang sangat luar biasa bagi kehidupan manusia di kemudian hari.
"Apa yang dilakukan oleh ketiga sosok yang mulia ini semestinya menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua umat Islam bahwa betapa pengorbanan itu sangatlah penting untuk kepentingan hidup manusia," tutur pria yang juga dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta itu.
Kiai Suaib menambahkan, di tengah-tengah sistuasi pandemi COVID-19 yang melanda negeri ini, sudah sepatutnya umat membuang sifat-sifat egoisme dan mengedepankan solidaritas antara sesama untuk saling membantu dan tolong menolong serta gotong royong. Dia menambahkan bahwa yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim sesungguhnya hanyalah ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Oleh karenanya Allah menggantikannya dengan seekor domba dari surga.
"Langkah ini menunjukkan betapa Allah SWTmenempatkan nyawa manusia itu sebagai yang utama dalam diri seseorang.Oleh karenanya agama mengajarkan bahwa menyelematkan jiwa manusia adalah satu tujuan syariat," ujarnya menjelaskan.
"Ada tiga sosok yang patut kita renungkan pada peristiwa di hari raya Idul Adha ini, yaitu Siti Hajar yang menerima perintah suaminya, Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan anak kesayangannya yakni Nabi Ismail AS yang dengan sabar dan patuh kepada orang tuanya," ucap peraih pasca sarjana dari Islamic University Khartoum, Sudan itu.
Kiai Suaib menyebut bahwa ketiga sosok ini sungguh telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi umat manusia setelahnya. Sehingga hikmah yang dapat dipetik dari tiga sosok yang mulia ini bahwa pengorbanan atas sifat-sifat egoisme akan membuahkan hasil yang sangat luar biasa bagi kehidupan manusia di kemudian hari.
"Apa yang dilakukan oleh ketiga sosok yang mulia ini semestinya menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua umat Islam bahwa betapa pengorbanan itu sangatlah penting untuk kepentingan hidup manusia," tutur pria yang juga dosen di Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta itu.
Kiai Suaib menambahkan, di tengah-tengah sistuasi pandemi COVID-19 yang melanda negeri ini, sudah sepatutnya umat membuang sifat-sifat egoisme dan mengedepankan solidaritas antara sesama untuk saling membantu dan tolong menolong serta gotong royong. Dia menambahkan bahwa yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada Nabi Ibrahim sesungguhnya hanyalah ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Oleh karenanya Allah menggantikannya dengan seekor domba dari surga.
"Langkah ini menunjukkan betapa Allah SWTmenempatkan nyawa manusia itu sebagai yang utama dalam diri seseorang.Oleh karenanya agama mengajarkan bahwa menyelematkan jiwa manusia adalah satu tujuan syariat," ujarnya menjelaskan.
Lihat Juga :