Fantastis, DPRD Manado Beli Randis Senilai Rp2,3 M di Tengah Pandemi COVID-19
Minggu, 18 Juli 2021 - 23:09 WIB
loading...
A
A
A
Fantastis total duit dikeluarkan DPRD Manado tahun anggaran 2021 ini di tengah masyarakat Manado sekarang lagi digerogoti masalah pandemi COVID-19, yakni sebesar Rp 2,3 Miliar (Rp2.350.000.000) hanya untuk membeli kendaraan dinas para wakil rakyat terhormat itu.
Sekretaris DPRD Manado, Adi Zainal Abidin saat dikonfirmasi terkait pengadaan dua paket pekerjaan pengadaan kendaraan dinas hanya menjawab singkat. “Sementara proses tender di LPSE,” katanya.
Baca juga: Rekor Tertinggi Sulut Selama Pandemi, Kasus Baru Bertambah 367 Orang
Menanggapi hal itu, pengamat politik & pemerintahan Sulawesi Utara, Taufik M Tumbelaka mengatakan, ada duahal yang menimbulkan tanya terkait Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) kendaraan di Sekretariat DPRD Kota Manado tersebut.
Pertama, bagaimana PBJ seperti itu bisa diloloskan menjadi mata anggaran yang tertata dalam situasi dan kondisi di tengah kita semua sangat prihatin karena menerjang masalah sosial ekonomi, sehingga memaksa terjadinya refocusing guna pengetatan anggaran sesuai skala prioritas.
Hal ini juga terkait kemampuan keuangan daerah yang menurun drastis, kedua akan berpotensi menjadi sorotan publik karena dianggap sangat tidak peka.“Ini berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik di tengah terjangan pandemi COVID-19," kata Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Center itu.
Sekretaris DPRD Manado, Adi Zainal Abidin saat dikonfirmasi terkait pengadaan dua paket pekerjaan pengadaan kendaraan dinas hanya menjawab singkat. “Sementara proses tender di LPSE,” katanya.
Baca juga: Rekor Tertinggi Sulut Selama Pandemi, Kasus Baru Bertambah 367 Orang
Menanggapi hal itu, pengamat politik & pemerintahan Sulawesi Utara, Taufik M Tumbelaka mengatakan, ada duahal yang menimbulkan tanya terkait Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) kendaraan di Sekretariat DPRD Kota Manado tersebut.
Pertama, bagaimana PBJ seperti itu bisa diloloskan menjadi mata anggaran yang tertata dalam situasi dan kondisi di tengah kita semua sangat prihatin karena menerjang masalah sosial ekonomi, sehingga memaksa terjadinya refocusing guna pengetatan anggaran sesuai skala prioritas.
Hal ini juga terkait kemampuan keuangan daerah yang menurun drastis, kedua akan berpotensi menjadi sorotan publik karena dianggap sangat tidak peka.“Ini berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik di tengah terjangan pandemi COVID-19," kata Direktur Eksekutif Tumbelaka Academic Center itu.
Lihat Juga :