Sentra Peti Jenazah Covid-19 di Kota Bogor Berdayakan 50 Warga Terdampak Pandemi
Minggu, 18 Juli 2021 - 05:38 WIB
loading...
A
A
A
Ibrahim memulai membuat peti jenazahnya sekira tiga minggu lalu, berawal dari keprihatinannya terhadap nasib pasien Covid-19 di Kota Bogor. Ditambah dorongan sang kakak yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan (nakes).
"Saat itu, kakaknya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan sering menginformasikan, bahwa kasus meninggal akibat Covid-19 (di Kota Bogor) meningkat. Namun ketersediaan peti jenazah (sangat) minim," sambungnya.
Terdorong rasa kemanusiaan dan peluang bisnis, Ibrahim coba mengubah bisnis furniturenya dengan membuat peti jenazah. Produksi awalpun dimulai dengan 10 peti jenazah dengan memperkerjakan lima orang karyawan.
"Satgas Covid juga percayakan pembuatan peti jenazah ini kepada Ibrahim untuk pemberdayaan UMKM. Kini, Ibrahim mampu memberdayakan ekonomi bagi 50 warga terdampak pandemi," ungkapnya.
Melihat kemajuan bisnis Ibrahim yang cukup pesat, Bima kembali teringat dengan pertemuan pertama mereka dulu. Saat itu, dia ingat dengan pemaparan Ibrahim, kenapa dirinya bercita-cita ingin menjadi Wali Kota Bogor.
"Saya masih ingat saat Ibrahim sampaikan cita-citanya 5 tahun lalu: memberikan manfaat bagi orang banyak. Ya, semua bisa mengambil peran sekecil apapun dalam masa sulit saat ini. Terimakasih Ibrahim," sambungnya.
"Saat itu, kakaknya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan sering menginformasikan, bahwa kasus meninggal akibat Covid-19 (di Kota Bogor) meningkat. Namun ketersediaan peti jenazah (sangat) minim," sambungnya.
Terdorong rasa kemanusiaan dan peluang bisnis, Ibrahim coba mengubah bisnis furniturenya dengan membuat peti jenazah. Produksi awalpun dimulai dengan 10 peti jenazah dengan memperkerjakan lima orang karyawan.
"Satgas Covid juga percayakan pembuatan peti jenazah ini kepada Ibrahim untuk pemberdayaan UMKM. Kini, Ibrahim mampu memberdayakan ekonomi bagi 50 warga terdampak pandemi," ungkapnya.
Melihat kemajuan bisnis Ibrahim yang cukup pesat, Bima kembali teringat dengan pertemuan pertama mereka dulu. Saat itu, dia ingat dengan pemaparan Ibrahim, kenapa dirinya bercita-cita ingin menjadi Wali Kota Bogor.
"Saya masih ingat saat Ibrahim sampaikan cita-citanya 5 tahun lalu: memberikan manfaat bagi orang banyak. Ya, semua bisa mengambil peran sekecil apapun dalam masa sulit saat ini. Terimakasih Ibrahim," sambungnya.
Lihat Juga :