Indonesia Jadi Negara Maju 2045, Ini Pesan Mendalam Ridwan Kamil untuk Anak-anak Jabar

Jum'at, 16 Juli 2021 - 00:20 WIB
loading...
Indonesia Jadi Negara...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil membuka Tahun Ajaran 2021-2022 dan PLS bagi Siswa Baru via konferensi video dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (15/7/2021). Foto: Istimewa
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membukaTahun Ajaran 2021-2022 dan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi Siswa Baru dari Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung , Kamis (15/7/2021).

Kegiatan yang digelar secara virtual tersebut juga dirangkaikan denganPembinaan Peningkatan Pemahaman Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan serta Pendidikan Kepramukaan.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyebut.Indonesia berpotensi menjadi negara maju pada 2045 mendatang atau saat 100 tahun Indonesia merdeka. Oleh karenanya,kemajuan Indonesia berada di tangan anak-anak muda.

Baca juga: Gerakan #Indonesiapastibisa Lawan Pandemi, Ini Harapan Ridwan Kamil

Menurut Kang Emil, Indonesia akan memiliki bonus demografi, di mana sebagian besar masyarakatnya berusia produktif pada 2045 mendatang. Karenanya, kata Kang Emil, anak-anak Jabar harus meningkatkan keterampilan dan kompetensinya.

"Di tahun 2045 itu 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia bisa jadi juara dunia atau bisa jadi kalah. Kalau jadi juara dunia, anak-anaknya harus punya skill yang kompetitif, skill yang produktif karena 70 persen warga Indonesia di 2045 adalah anak-anak muda," ungkapnya.

Kang Emil tidak menghendaki anak-anak muda Jabar menjadi beban negara. Sebaliknya, anak-anak muda Jabar harus mampu menjadi mesin dan pahlawan bagi negara.

"Saya tidak mau anak-anak muda ini menjadi beban negara, harusnya menjadi mesin negara. Anak-anak muda bukan menjadi pengemis ke negara, tapi harusnya menjadi anak-anak muda yang jadi pahlawan untuk negara," tuturnya.

Baca juga: Sepanjang Bertanggung Jawab, Ridwan Kamil Dukung Lahir Batin Kemerdekaan Pers

Agar hal itu terwujud, kata Kang Emil, ada empat hal yang harus dimiliki oleh anak-anak Jabar untuk membawa Indonesia menjadi negara maju. Pertama, harus memiliki fisik kuat, salah satunya dengan cara menjaga pola makan.

"Stunting adalah penyakit gagal tumbuh karena makannya tidak bergizi. Jangan makan kebanyakan micin, jangan makan kebanyakan yang tidak bergizi. Jadi anak-anak Jawa Barat harus sehat-sehat tidak harus semuanya seperti Ade Rai, yang penting sehat kuat kalau diajak lari jagoan," tuturnya.

Kedua, anak-anak Jabar harus memiliki otak yang cerdas. Oleh karenanya, Kang Emil meminta agar anak-anak Jabar terus belajar dimanapun dan dengan media apapun. "Harus cerdas, caranya belajarlah di mana pun, di kelas, lewat Google, lewat Wikipedia, lewat Youtube yang penting mau belajar," ujarnya.

Baca juga: Sejumlah Pekerja Industri Asal Jepang di Karawang Meninggal Karena COVID-19

Anak-anak Jabar juga harus memiliki akhlak yang baik atau emotional quotient (EQ). Akhlak yang baik menurutnya bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti menolong orang-orang yang sedang kesusahan.

"Ketiga harus punya akhlak yang baik atau EQ. Kalau ada antrean ikut ngantre, kalau ada orang susah ditolong, kalau ada nenek- nenek mau nyebrang dibantu," katanya.

Terakhir, Kang Emil menyebut, anak-anak Jabar juga harus menjadi ahli ibadah. Menurutnya, percuma memiliki fisik sehat, otak cerdas, dan akhlak baik jika tidak pernah beribadah.

"Percuma baik, sehat, pintar, tapi tidak solat tidak ngaji, tidak ibadah ke rumah ibadah. Oleh karena itu, empat nilai kualitas anak-anak Jawa Barat badannya harus sehat, otaknya harus cerdas, hatinya harus berakhlak, dan rajin ibadah," tandas Kang Emil.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Peringatan Hari Lahir...
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Yuke Yurike Ajak Generasi Muda Perkuat Rasa Cinta Tanah Air
Di Balik Pesona Negeri...
Di Balik Pesona Negeri di Atas Awan Citorek, Ada Peran Anak Muda dan Budaya Lokal
Sandination Academy...
Sandination Academy dan YIS Dampingi 50 Brand dalam Offline Mentoring Rocket Incubation 2026
BCF Jadi Ajang Unjuk...
BCF Jadi Ajang Unjuk Karya, Menekraf: Ini Bukti Kekuatan Kreativitas Anak Muda Banten
Program Ramadan NLP...
Program Ramadan NLP Institute Indonesia Dapat Sambutan Positif Pimpinan LPKA
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Begini Cara Pemerintah...
Begini Cara Pemerintah Cegah Praktik Jual Beli Kursi di SPMB 2026
Jadwal SPMB Jakarta...
Jadwal SPMB Jakarta 2026, Ini Lini Masa Pendaftaran SD, SMP, SMA, dan SMK
Rekomendasi
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved