Cerita Mahasiswa Internasional UNS Bertahan di Solo selama Pandemi
Rabu, 27 Mei 2020 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Selain paket bantuan logistik, UNS juga memberikan bantuan kepada seluruh mahasiswa dalam bentuk pulsa. Tidak hanya itu, berbagai kegiatan juga dilakukan UNS dalam rangka kepedulian terhadap pandemi COVID-19, baik ditujukan bagi mahasiswa, tenaga kesehatan, maupun masyarakat terdampak.
Salah satu mahasiswa internasional UNS asal Myanmar yang sedang menempuh studi S-2 di Fakultas Kedokteran, Yuzana Maung mengaku sangat terbantu dengan adanya paket bantuan tersebut. Respons IO UNS kepada mahasiswa internasional dinilai sangat baik.
"Dan ada beberapa yang bisa di highlight antara lain pemberian paket bantuan, informasi tentang imigrasi, dan perubahan pelaksanaan perkuliahan," ujar Yuzana.
Ia juga merasa terlindungi dengan adanya perhatian UPT Layanan Internasional UNS. "Kami merasa terlindungi ketika ada mahasiswa internasional yang sakit, kami bisa memberitahukan ke IO UNS untuk dirawat di Rumah Sakit UNS," katanya.
Dirinya sangat mengapresiasi respons dari IO UNS yang sangat memuaskan dan berharap terus meningkatkan kepedulian terhadap mahasiswa internasional. Mahasiswa program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) asal Thailand, Patsawut Rattanakarn mengatakan, bantuan logistik dari kampus sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang masih berada di asrama. "Sehingga tidak perlu bepergian untuk membeli bahan makanan," ungkap Patsawut. Meskipun tetap berada di asrama, Ia tidak tidak lupa untuk menjaga Kesehatan dan pola hidup sehat.
Salah satu mahasiswa internasional UNS asal Myanmar yang sedang menempuh studi S-2 di Fakultas Kedokteran, Yuzana Maung mengaku sangat terbantu dengan adanya paket bantuan tersebut. Respons IO UNS kepada mahasiswa internasional dinilai sangat baik.
"Dan ada beberapa yang bisa di highlight antara lain pemberian paket bantuan, informasi tentang imigrasi, dan perubahan pelaksanaan perkuliahan," ujar Yuzana.
Ia juga merasa terlindungi dengan adanya perhatian UPT Layanan Internasional UNS. "Kami merasa terlindungi ketika ada mahasiswa internasional yang sakit, kami bisa memberitahukan ke IO UNS untuk dirawat di Rumah Sakit UNS," katanya.
Dirinya sangat mengapresiasi respons dari IO UNS yang sangat memuaskan dan berharap terus meningkatkan kepedulian terhadap mahasiswa internasional. Mahasiswa program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) asal Thailand, Patsawut Rattanakarn mengatakan, bantuan logistik dari kampus sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang masih berada di asrama. "Sehingga tidak perlu bepergian untuk membeli bahan makanan," ungkap Patsawut. Meskipun tetap berada di asrama, Ia tidak tidak lupa untuk menjaga Kesehatan dan pola hidup sehat.
Lihat Juga :