Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Dituding Tidak Transparan dalam Perekrutan, Ini Penjelasan Pengawas KSP3 Nias

loading...
Dituding Tidak Transparan dalam Perekrutan, Ini Penjelasan Pengawas KSP3 Nias
Pengawas KSP3 Nias akhirnya memberi penjelasan atas tudingan tidak transparan dalam perekrutan. Foto: Istimewa
NIAS - Pengawas Koperasi Simpan Pinjam Pengembangan Pedesaan (KSP3) Nias merespon cepat tuntutan Faogomano Harefa yang diduga sengaja tidak diloloskan oleh Pansel pada tahap selesi berkas administrasi.

Ketua Pengawas KSP3 Nias, Antonius Lase menyatakan bahwa sanggahan yang disampaikan Faogomano Harefa telah ditindaklanjuti kepada pengurus untuk dimintai pertanggungjawaban serta meminta bukti-bukti verifikasi faktual termasuk keseluruhan peserta.

Baca juga: Nasari Sentra UKM Dukung Adanya Regenerasi dan Digitalisasi di Koperasi

“Sebagai perangkat organisasi KSP3, pengawas langsung menanggapi surat itu kemarin dan telah melakukan pertemuan untuk diteruskan kepada pengurus dan panitia,” ujar Antonius Lase Ketika dikonfirmasi di Kantor Pusat KSP3 Nias di Desa Moawo Gunungsitoli. Kamis (15/7/2021).

Kata Antonius Lase, rekomendasi pengawas langsung ditindaklanjtui oleh pengurus sehingga sore ini digelar pertemuan. “Sore ini pengawas diundang oleh pengurus untuk membahas rekomendasi tersebut,” sebutnya.

Namun Antonius Lase menyebut bahwa mestinya Faogomano Harefa dapat dihadirkan dalam pertemuan tersebut agar proses klarifikasi dapat berjalan terbuka dan transparan.



“Sebenarnya harapan kami supaya pada rapat tersebut, pengurus itu menghadirkan Faogomano Harefa dalam proses klarifikasi. Mungkin karena keterbatasan waktu makanya secara internal saja dulu dilihat dokumen tersebut,” katanya lanjut.

Sambungnya, bahwa hasil final pertanggungjawaban dari tim perekrut masih berproses. “kita menunggu hasil akhirnya setelah rapat nanti selesai,” tutur Lase.

Baca juga: Setahun Lebih Alami Masa Sulit, KSP Sejahtera Bersama Bertekad Reborn & Rebound

Menanggapi informasi terkait legalisir ijazah salah seorang calon yang sudah diloloskan yang diduga tidak memenuhi syarat, Antonius Lase menyatakan tidak tertutup kemungkinan untuk memperdalam penelusuran jika terdapat azas ketidakadilan dalam proses perekrutan tersebut.



“Informasi mengenai keabsahan ijazah dan leges salah seorang calon yang lolos, tidak tertutup kemungkinan kita perdalam di rapat nanti tetapi fokus awal terkait tuntutan Faogomano Harefa,” tandasnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top