Putus Mata Rantai Covid-19, 1.600 Personel Polres Depok Jalani Rapid Test

Rabu, 27 Mei 2020 - 16:11 WIB
loading...
Putus Mata Rantai Covid-19,...
Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, seluruh anggota Polrestro Depok menjalani rapid test.Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A A A
DEPOK - Untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona , seluruh anggota Polrestro Depok menjalani rapid test. Test dibagi dalam dua tahap untuk anggota Polrestro Depok yang jumlahnya mencapai 1.600 personel.

Kapolrestro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, untuk hari pertama ada sebanyak 700 anggota yang menjalani rapid test. Untuk hari kedua pada Kamis, 28 Mei 2020 besok akan ada 900 anggota yang menjalani rapid test. “Total anggota ada 1.600 yang menjalani rapid test. Ini dilakukan untuk tracing dan memutus penyebaran mata rantai penyebaran virus Korona,” kata Azis, Rabu (27/5/2020).

Menurut Azis, rapid test pada anggotanya dirasa perlu karena anggota Polri termasuk dalam kalangan yang rentan terpapar. Pasalnya mereka selama ini bertugas di lapangan untuk memantau PSBB dan sejumlah cek point. “Petugas menjadi rentan kareba anggota Polri melaksanakan tugas PSBB di cek poin dan pembatasan sehingga mereka mendapatkan giliran yang pertama rapid test hari ini,” ujarnya.

Azis menuturkan, soal pentingnya rapid test dilakukan di jajarannya. Karena itu berguna dalam pemetaan sehingga dapat memisahkan mana yang terpapar dan tidak. Hasil dari test tersebut dalam diketahui pada hari yang sama. (Baca: Rapid Test BIN di Stasiun Bekasi, 2 Orang Reaktif Covid-19)

Jika ada yang reaktif maka akan segera dilakukan protokol kesehatan dan dilaporkan ke satuan atasan untuk tindak lanjut perawatan. Karantina pun mutlak dilakukan bagi yang hasilnya reaktif. “Ini dilakukan untuk memetakan mana yang terpapar atau tidak. Harapan saya tentu tidak ada yang terpapar. Proses ini penting karena mereka ada di lapangan sehingga kalau ada yang terpapar (reaktif) akan dikarantina 14 hari dipisahkan dengan yang sehat. Persiapan bagi reaktif kita siapkan di RS Kramat Jati atau di Brimob,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menambahkan, rapid test ini adalah salah satu langkah untuk filtrasi. Sejumlah rumah sakit pun sudah dipersiapkan untuk merawat pasien yang terpapar. “Kami sudah ada Gugus Tugas Covid-19 termasuk rumah sakit rujukan, ada RSUD, RSUI dan RS Brimob untuk menampung pasien positif,” ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kombes Arya Perdana...
Kombes Arya Perdana Jabat Kapolrestabes Makassar, Kapolres Depok Kini Dijabat Kombes Abdul Waras
Pengemudi Mobil yang...
Pengemudi Mobil yang Letuskan Senjata Api di Depok Jadi Tersangka
Koboi yang Umbar Tembakan...
Koboi yang Umbar Tembakan di Depok Ditangkap, Ngaku Keluarga TNI
Rekomendasi
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Ruben Onsu Tegur Giorgio...
Ruben Onsu Tegur Giorgio Antonio: Jangan Rendahkan Saya di Depan Anak-anak
Berita Terkini
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
Bocah Perempuan di Bekasi...
Bocah Perempuan di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Sita Proyektil
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
Infografis
3 Pemain Indonesia Berpeluang...
3 Pemain Indonesia Berpeluang Raih Sepatu Emas di Piala AFF U-19 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved