Tangis Pecah di Polres Tasikmalaya, Anak 12 Tahun Peserta Demo Brutal Cium Kaki Ibunya
Selasa, 13 Juli 2021 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
Ibu dan anak warga Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menangis tersedu saat bertemu du ruang Satreskrim Polres Tasikmalaya. Tomas langsung bersujud dikaki ibunya, dan menangis histeris sambil meminta maaf pada ibunya.
Sang ibu berusaha menenangkan anaknya, dan anggota polisi mempersilahkan keduanya masuk ke dalam ruangan. Saat sang ibu duduk di kursi dalam ruangan, tangisan keduanya kembali pecah dan sang anakpun kembali memeluk serta bersujud di kaki ibunya, sambil meminta ampunan dari ibunya.
Sambil berpelukan, keduanyapun larut dalam kesedihan . Meski sang ibu terlihat sangat marah, namun wanita sederhana itu hanya bisa mengacungkan jari telunjuknya kepada sang anak berbadan bongsor tersebut.
Baca juga: Isolasi Mandiri di Kamar Kost Akibat COVID-19, Alexander Tewas Tanpa Pakaian
Kokom menjelaskan, bahwa awalnya anaknya minta uang Rp2.000 untuk pergi mengaji, namun hingga sore hari anaknya tidak kunjung pulang. "Karena kawatir, saya mulai mencoba mancari tahu keberadaannya. Hingga akhirnya, mendapat kabar dari teman-teman anak saya, bahwa anak saya berada di Polres karena ikut demo dan diamankan polisi," terangnya.
Dari keterangan teman-teman anaknya itulah, Kokom baru mengetahui anaknya ternyata tidak mengaji, justru pergi ke Gebu untuk ikut aksi demo . Kokom mengaku sangat menyesalkannya, karena anaknya masih kecil tapi sudah diajak demo.
Sang ibu berusaha menenangkan anaknya, dan anggota polisi mempersilahkan keduanya masuk ke dalam ruangan. Saat sang ibu duduk di kursi dalam ruangan, tangisan keduanya kembali pecah dan sang anakpun kembali memeluk serta bersujud di kaki ibunya, sambil meminta ampunan dari ibunya.
Sambil berpelukan, keduanyapun larut dalam kesedihan . Meski sang ibu terlihat sangat marah, namun wanita sederhana itu hanya bisa mengacungkan jari telunjuknya kepada sang anak berbadan bongsor tersebut.
Baca juga: Isolasi Mandiri di Kamar Kost Akibat COVID-19, Alexander Tewas Tanpa Pakaian
Kokom menjelaskan, bahwa awalnya anaknya minta uang Rp2.000 untuk pergi mengaji, namun hingga sore hari anaknya tidak kunjung pulang. "Karena kawatir, saya mulai mencoba mancari tahu keberadaannya. Hingga akhirnya, mendapat kabar dari teman-teman anak saya, bahwa anak saya berada di Polres karena ikut demo dan diamankan polisi," terangnya.
Dari keterangan teman-teman anaknya itulah, Kokom baru mengetahui anaknya ternyata tidak mengaji, justru pergi ke Gebu untuk ikut aksi demo . Kokom mengaku sangat menyesalkannya, karena anaknya masih kecil tapi sudah diajak demo.
Lihat Juga :