Program Desa Wisata Agro, Warga Rongkong Raih Jutaan Rupiah Perminggu
Senin, 12 Juli 2021 - 20:20 WIB
loading...
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani bersama rombongan saat berada di kawasan desa wisata di Rongkong, kemarin. Foto: Humas Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Bupati Luwu Utara , Indah Putri Indriani menghabiskan akhir pekannya di kawasan agrowisata Buntu Lemo, Dusun Manganan Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong, Minggu 11 Juli. Wilayah Rangkong saat ini tengah banyak dikunjungi pelancong.
Di sana, Indah menyinggahi beberapa kebun sayuran dataran tinggi dan memetik sayuran yang masih segar. Tak hanya sayuran, di kebun itu juga terdapat buah-buahan seperti alpukat dan strawberry.
Baca juga:Wabup Luwu Utara Bacakan Jawaban Pandangan Fraksi DPRD Secara Virtual
Indah menyebutkan, lahan yang ada, sebenarnya tidak terlalu luas. Namun, kata dia, keinginan anak muda di sini dalam memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam sayuran dataran tinggi, seperti kol, mentimun, cabe, tomat dan lain sebagainya, tidak perlu diragukan.
“Melalui kolaborasi PPL dan warga di sini, dan didukung oleh anak-anak mudanya, lahan yang tidak terlalu luas ini bisa berhasil seperti yang kita lihat,” tutur Indah.
Indah mengatakan, berdasarkan laporan dari warga setempat, setiap keluarga di sini bisa menghasilkan Rp1 juta hingga Rp3 juta setiap minggunya.
“Itu baru tanaman cabe dan tomat, belum lagi tanaman lainnya seperti kol, sawi, daun bawang dan sayuran lainnya. Kemudian dikembangkan tanaman lainnya seperti strawberry dan alpukat.Lahan yang subur, didukung iklim yang dingin, tentu menunjang keberhasilan,” sambungnya.
Baca juga:Bupati Lutra Imbau Pelaksanaan Pilkades di Mappedeceng Taat Protokol Kesehatan
Sekadar diketahui, program desa wisata agro di Kecamatan Rongkong adalah aspirasi anggota DPR RI wilayah Sulsel III, Muhammad Fauzi. Selain desa wisata di Dusun Manganan, rencananya juga akan dilakukan pengembangan desa wisata di Dusun Salurante. Di mana di dusun ini nantinya akan diintervensi untuk homestay dan wisata budaya, terutama untuk terasering yang cantik, kemudian dilengkapi dengan Galeri Tenun Tongkong.
“Ini akan menjadi andalan agrowisata Luwu Utara dan kita sangat bersyukur karena disambut baik oleh anak-anak muda di sini, meski masih ada sedikit PR untuk kita benahi, tapi secara umum, jalan sudah bagus, sehingga wisatawan bisa menjangkau lokasi ini dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Muslim, selaku pemilik lahan, mengungkapkan bahwa untuk wisata tanaman sayuran sudah setahun 6 bulan, tapi untuk wisata Buntu Lemo baru 5 bulan.
Baca juga:Wisuda Santri TPA Mappedeceng Berlangsung dengan Prokes Ketat
“Kalau untuk harga strawberry saat ini sebesar Rp 35.000 per kilo, tapi itu tergantung harga pasaran, dan untuk lokasinya hampir satu hektare. Kalau untuk pasarannya, sudah dikirim keluar daerah, seperti ke Morowali, Makassar, dan Parepare. Insyaallah, untuk dua bulan ke depan, kita akan melakukan panen perdana strawberry,” ungkapnya.
Turut hadir mendampingi Bupati, Ketua DPRD Luwu Utara Basir, dan Camat Rongkong Haenuddin.
Di sana, Indah menyinggahi beberapa kebun sayuran dataran tinggi dan memetik sayuran yang masih segar. Tak hanya sayuran, di kebun itu juga terdapat buah-buahan seperti alpukat dan strawberry.
Baca juga:Wabup Luwu Utara Bacakan Jawaban Pandangan Fraksi DPRD Secara Virtual
Indah menyebutkan, lahan yang ada, sebenarnya tidak terlalu luas. Namun, kata dia, keinginan anak muda di sini dalam memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam sayuran dataran tinggi, seperti kol, mentimun, cabe, tomat dan lain sebagainya, tidak perlu diragukan.
“Melalui kolaborasi PPL dan warga di sini, dan didukung oleh anak-anak mudanya, lahan yang tidak terlalu luas ini bisa berhasil seperti yang kita lihat,” tutur Indah.
Indah mengatakan, berdasarkan laporan dari warga setempat, setiap keluarga di sini bisa menghasilkan Rp1 juta hingga Rp3 juta setiap minggunya.
“Itu baru tanaman cabe dan tomat, belum lagi tanaman lainnya seperti kol, sawi, daun bawang dan sayuran lainnya. Kemudian dikembangkan tanaman lainnya seperti strawberry dan alpukat.Lahan yang subur, didukung iklim yang dingin, tentu menunjang keberhasilan,” sambungnya.
Baca juga:Bupati Lutra Imbau Pelaksanaan Pilkades di Mappedeceng Taat Protokol Kesehatan
Sekadar diketahui, program desa wisata agro di Kecamatan Rongkong adalah aspirasi anggota DPR RI wilayah Sulsel III, Muhammad Fauzi. Selain desa wisata di Dusun Manganan, rencananya juga akan dilakukan pengembangan desa wisata di Dusun Salurante. Di mana di dusun ini nantinya akan diintervensi untuk homestay dan wisata budaya, terutama untuk terasering yang cantik, kemudian dilengkapi dengan Galeri Tenun Tongkong.
“Ini akan menjadi andalan agrowisata Luwu Utara dan kita sangat bersyukur karena disambut baik oleh anak-anak muda di sini, meski masih ada sedikit PR untuk kita benahi, tapi secara umum, jalan sudah bagus, sehingga wisatawan bisa menjangkau lokasi ini dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Muslim, selaku pemilik lahan, mengungkapkan bahwa untuk wisata tanaman sayuran sudah setahun 6 bulan, tapi untuk wisata Buntu Lemo baru 5 bulan.
Baca juga:Wisuda Santri TPA Mappedeceng Berlangsung dengan Prokes Ketat
“Kalau untuk harga strawberry saat ini sebesar Rp 35.000 per kilo, tapi itu tergantung harga pasaran, dan untuk lokasinya hampir satu hektare. Kalau untuk pasarannya, sudah dikirim keluar daerah, seperti ke Morowali, Makassar, dan Parepare. Insyaallah, untuk dua bulan ke depan, kita akan melakukan panen perdana strawberry,” ungkapnya.
Turut hadir mendampingi Bupati, Ketua DPRD Luwu Utara Basir, dan Camat Rongkong Haenuddin.
(luq)
Lihat Juga :