Infrastruktur Jalan Digenjot, Pariwisata di Torut Kian Menggeliat

Senin, 12 Juli 2021 - 12:03 WIB
loading...
Infrastruktur Jalan...
Keseriusan pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel untuk membangun dan memperbaiki sejumlah jalan ruas di Rantepao Kabupeten Toraja Utara kini menuai hasi. Foto: Maman Sukirman
A A A
TANA TORAJA - Keseriusan pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel untuk membangun dan memperbaiki sejumlah jalan ruas di Rantepao Kabupeten Toraja Utara (Torut) terus digenjot. Alhasil, kabupaten pemekaran sejak 2008 kini menuai hasil. Sejumlah tempat wisata dan perekomian warga saat ini kian menggeliat.

Bahkan, daerah pemekaran dari Kabupeten Tana Toraja ini sudah semakin berkembang akibat akses jalan antar daerah, antar kabupaten, dan antar desa sudah direspons oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah.

Salah satu warga Torut, Benyamin Pairunan mengatakan, berkat infrastruktur yang semakin hari semakin baik menyebabkan tingkat perekomian warga membaik. Dan dengan meratanya akses jalan yang sudah baik menuju tempat-tempat wisata, maka dengan sendirinya para wisatawan luar negeri maupun dalam negeri dapat menikmati keindahan wisata di Torut.

“Kami sangat senang karena pemerintah sudah memperbaiki jalan-jalan menuju tempat wisata, termasuk di Kampung Lolai (negeri di atas awan) Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara ,” jelasnya.

Baca Juga: Musda Golkar Toraja Ditunda, Victor Garansi Pendukungnya Tak Berpaling

Benyamin yang mengaku putra daerah Toraja Utara ini jarang berkunjung ke daerah kelahirannya ini, dan pada saat ada waktu untuk berlibur dengan keluarga akses jalan menuju tempat wisata semakin baik. Dan para pengunjung pun semakin bergairah datang berwisata, baik domestik maupun manca negara.

“Harapan kami sebagai anak daerah kepada pemerintah jalanan menuju tempat wisata semakin diperbaiki, dan jalan yang sempit segera diperlebar, begitu pun dengan lampu penerangan jalannya,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk memfungsikan lebih maksimal transportasi udara dalam hal ini bandara dari dan menuju Toraja Utara.

“Saya melihat pelancong dari luar negeri kecenderungannya suka naik pesawat untuk mempersingkat waktu menuju tempat wisata,” ungkapnya.

Senada warga Toraja Utara, Frengky Toding menyatakan, dulu jalan menuju tempat wisata sangat jelek dan rusak parah, para wisatawan enggan untuk mendatanginya. Kini dengan keseriusan pemerintah untuk memperbaiki jalan menuju tempat wisata memberikan dampak kepada sektor pariwisata dan perekonomian warga.

“Saat ini masyarakat sangat senang dengan bagusnya jalan menuju tempat wisata. Meski masih ada jalan yang sempit dan belum ada lampu jalannya. Kami berharap pemerintah terus membenahi jalan dan perangkat lainnya,” paparnya.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Keagamaan Geraja Toraja Terima Santunan BPJamsostek

Dengan membaiknya akses jalan menuju tempat wisata pengunjung wisata semakin banyak yang berdatangan, bahkan pada hari-hari libur tempat penginapan penuh. Dan warga juga banyak yang menyewakan tenda-tenda dan rumahnya untuk para pelancong dari berbagai daerah yang datang ke Toraja Utara.

Kepala UPT Wilayah II Enrekang, Tana Toraja dan Toraja Utara, Kristian Sampe Buah mengungkapkan, pembangunan jalan ruas Rantepao-Sadan-Batusitanduk dengan panjang tuas jalan 11,4 kilometer (km), di mana dalam pengerjaannya terbagi dua segmen. Dan dalam perjalanan pengerjaannya terkendala lahan hutan lindung milik kehutanan.

“Setelah kami laporkan ke pemerintah provinsi akhirnya mendapatkan solusinya dengan memunculkan pengerjaan segmen tiga,” tandasnya.

Untuk segmen pertama, minus pekerjaan marka, segmen kedua pekerjaan LPA yang layak, dan segmen ketiga pengerjaan jalan yang ada di hutan lindung dialihkan ke jalan ruas Rantepao-Sadan-Batusitanduk ini.

Untuk pengerjaan segmen ketiga ini, khusus bahu jalan rehat beton pengerjaannya mencapai 90%. Dan secara keseluruhan progres pengerjaannya sudah mencapai 80%.

“Sebenarnya agak terlambat bukan karena kontraktor, tapi ada lahan kita ambil dan ada rumah yang kita rombak total untuk pengerjaan jalan yang sementara kita kerjakan,” tandasnya.

Baca Juga: Berpeluang Bangkitkan Pariwisata, Kemenparekraf Bakal Optimalkan Sports Tourism

Selanjutnya, untuk progres penyelesaian jalan yang menghubungkan Kabupaten Luwu tersebut akan rampung sekitar bulan Agustus 2021. Untuk anggaran proyek ini menelan anggaran mencapai Rp72 miliar dari anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN), di mana kontraknya dimulai 24 Desember 2020.

“Kita harapkan ruas jalan Torut ini yang masih minus 3,5 km yang belum tertangani untuk bisa diselesaikan atau rampung pada 2022,” ujarnya.

Dengan selesainya sejumlah pengerjaan jalan perekonomian dapat meningkat, khususnya sektor pariwisata yang menghubungkan akses Luwu Raya.

General Superintendent (GS) PT Delta Batara Jaya Frans Sandy Poembonan menyebutkan, pengerjaan ruas jalan menuju Luwu Raya tersebut mengalami kesulitan yang disebabkan curah hujan dan pelebaran jalan dari awal empat meter menjadi delapan meter.

“Sebagai putra daerah saya harus mengerjakan semua proyek jalan lebih profesional. Dan pengerjaan proyek dapat dinikmati serta dirasakan masyarakat.

Dengan memasuki tahap perampungan proyek jalan ini respons masyarakat begitu antusias, dan berharap pemerintah tingkat I lebih perhatian lagi.

Baca Juga: Perpamsi Diharap Bisa Jamin Ketersediaan Air Bersih di Sulsel
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Suap Laporan Keuangan,...
Kasus Suap Laporan Keuangan, 2 Pimpinan DPRD Sulsel Dipanggil KPK
PUTR Sulsel Turun Ukur...
PUTR Sulsel Turun Ukur Jalan Antang Raya yang Alami Kerusakan
Rapat PKPD Penataan...
Rapat PKPD Penataan Ruang, Pemda Diminta Siapkan Insentif Warga
Rekomendasi
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved