8 Warga Tasikmalaya Meninggal Akibat DBD, Ditemukan Ada 412 Kasus
Rabu, 27 Mei 2020 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu penyebaran kasus DBD di wilayah Kota Tasikmalaya terjadi hampir di seluruh kecamatan, namun yang paling banyak berada di Kecamatan Purbaratu, Kawalu, Cipedes, Tawang, Indihiang dan kecamatan Bungursari. Bahkan, ada beberapa pasien meninggal akibat DBD masih berusia balita dan anak yang berumur antara 4 sampai 8 tahun.
"Untuk kasus meninggal dunia yang masih berusia anak harus dilihat dulu datanya pastinya, namun kalau tidak salah ada 5 sampai 6 kasus DBD anak yang meninggal dunia," ujarnya. Hampir setiap bulan jumlah kasus DBD terus bertambah, lanjut Suryaningsih, sebelumnya sejak awal tahun sampai pertengahan April 2020 mencapai 251 kasus, namun sampai sekarang sudah 412 kasus.
"Sedangkan, kasus kematian selama ini baru terjadi di wilayah Kecamatan Kawalu dan Purbaratu. Kita terus memantau perkembangan kasus ini karena sudah ada 8 orang yang meninggal dunia, dan ini bisa lebih bahaya daripada covid-19," ungkapnya. (Baca juga; Corona Jadi Sorotan, DBD Renggut 15 Nyawa Warga Jabar )
Sementara itu, Kepala Dinas Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengimbau agar masyarakat agar tetap waspada terhadap DBD disaat masa pandemi corona seperti sekarang ini. Masyarakat pun diminta agar bisa memanfaatkan waktu saat di rumah untuk melakukan pencegahan penyebaran jentik nyamuk dengan cara selalu rutin membersihkan lingkungan sekitar.
Warga juga diminta agar membersihkan setiap ada genangan air dan selalu memberantas sarang nyamuk aedes aegypti. "Masyarakat pun bisa meminta bantuan pihak Puskesmas terdekat untuk pemberantasan sarang nyamuk. Karena baik DBD ataupun corona sama berbahaya, Jadi mari kita sama-sama selalu waspada," pungkasnya.
"Untuk kasus meninggal dunia yang masih berusia anak harus dilihat dulu datanya pastinya, namun kalau tidak salah ada 5 sampai 6 kasus DBD anak yang meninggal dunia," ujarnya. Hampir setiap bulan jumlah kasus DBD terus bertambah, lanjut Suryaningsih, sebelumnya sejak awal tahun sampai pertengahan April 2020 mencapai 251 kasus, namun sampai sekarang sudah 412 kasus.
"Sedangkan, kasus kematian selama ini baru terjadi di wilayah Kecamatan Kawalu dan Purbaratu. Kita terus memantau perkembangan kasus ini karena sudah ada 8 orang yang meninggal dunia, dan ini bisa lebih bahaya daripada covid-19," ungkapnya. (Baca juga; Corona Jadi Sorotan, DBD Renggut 15 Nyawa Warga Jabar )
Sementara itu, Kepala Dinas Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengimbau agar masyarakat agar tetap waspada terhadap DBD disaat masa pandemi corona seperti sekarang ini. Masyarakat pun diminta agar bisa memanfaatkan waktu saat di rumah untuk melakukan pencegahan penyebaran jentik nyamuk dengan cara selalu rutin membersihkan lingkungan sekitar.
Warga juga diminta agar membersihkan setiap ada genangan air dan selalu memberantas sarang nyamuk aedes aegypti. "Masyarakat pun bisa meminta bantuan pihak Puskesmas terdekat untuk pemberantasan sarang nyamuk. Karena baik DBD ataupun corona sama berbahaya, Jadi mari kita sama-sama selalu waspada," pungkasnya.
(wib)
Lihat Juga :